Bahkan menurut jurnalis tersebut, keduanya justru menunjukkan keraguan mengenai masa depan mereka.
“Mereka berdua menyampaikan berbagai keraguan dan akan mengambil keputusan setelah Piala Dunia berakhir, ketika mereka sudah memahami ke mana arah Milan sebenarnya.”
Situasi Mike Maignan memang menjadi salah satu perhatian utama Rossoneri saat ini.
Baca Juga:Boban Tuding Petinggi Urusan Bursa Transfer AC Milan Tak Tahu Sepak Bola Francisco Conceicao: Pemain Portugal Tak Wajib Oper Bola ke Ronaldo
Kapten tim asal Prancis itu sebelumnya sudah dikabarkan kecewa dengan kegagalan Milan lolos ke Liga Champions.
Kepergian Massimiliano Allegri dan pelatih kiper Claudio Filippi juga disebut membuatnya kehilangan dua figur yang sangat berpengaruh dalam kariernya.
Filippi bahkan diketahui menjadi salah satu sosok yang membantu meyakinkan Maignan untuk memperpanjang kontraknya hingga 2031.
Kini, setelah keduanya pergi dan struktur baru klub masih belum sepenuhnya terbentuk, Maignan memilih menunggu perkembangan sebelum mengambil keputusan final.
Meski demikian, Amorim tetap menganggap kiper tim nasional Prancis itu sebagai pilar utama sekaligus kapten ideal bagi AC Milan masa depan.
Sementara itu, masa depan Adrien Rabiot tampaknya lebih mengkhawatirkan.
Menurut Bucchioni, peluang gelandang tim nasional Prancis itu meninggalkan Milan cukup besar karena hubungan spesialnya dengan Massimiliano Allegri.
“Rabiot kemungkinan besar ingin mengikuti Allegri ke Napoli. Hubungan mereka terlalu kuat,” tulis Bucchioni.
Baca Juga:Pelatih Kiper AC Milan Ucapkan Selamat Tinggal, Agen Mike Maignan Sibuk Cari Klub Baru AC Milan Mirip Klub Ingris, Amorim Jadi Pelatih Sekaligus Direktur Teknik
Kedekatan keduanya memang sudah terjalin sejak lama. Allegri merupakan salah satu pelatih yang paling memahami karakter permainan Rabiot dan berperan besar dalam perkembangan kariernya.
Jika Napoli benar-benar bergerak, Milan berpotensi kehilangan salah satu pemain paling berpengalaman di lini tengahnya.
Di tengah ancaman kehilangan sejumlah pemain penting, Amorim juga mulai menyusun daftar rekrutan baru.
Salah satu nama yang sedang coba dibujuk adalah Gonzalo Ramos dari Paris Saint-Germain.
Penyerang asal Portugal itu kesulitan mendapatkan peran utama di PSG dan dianggap bisa menemukan kembali performa terbaiknya jika bergabung dengan Milan.
Namun transfer tersebut tidak akan mudah diwujudkan karena PSG dikabarkan membanderol Ramos dengan harga sekitar 50 juta euro atau setara Rp1 triliun (kurs Rp20.000 per euro).
Angka tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi Milan yang masih melakukan restrukturisasi organisasi sekaligus harus berhati-hati dalam mengelola keuangan klub.
