RADARTASIK.ID – Revolusi besar yang dilakukan Gerry Cardinale di AC Milan terus memunculkan kontroversi.
Setelah memecat hampir seluruh petinggi sektor olahraga pada 25 Mei lalu, kini muncul kritik tajam dari mantan direktur sekaligus legenda Rossoneri, Zvonimir Boban.
Pria Kroasia yang kini menjabat Presiden Dinamo Zagreb itu bahkan secara terang-terangan mempertanyakan kompetensi Hendrik Almstadt, sosok yang diproyeksikan memiliki peran sentral dalam urusan transfer AC Milan musim depan.
Baca Juga:AC Milan Mirip Klub Ingris, Amorim Jadi Pelatih Sekaligus Direktur TeknikSiapa Domenico Teti? Calon Direktur Baru AC Milan Pilihan Cardinale
Pernyataan Boban muncul ketika Milan masih berada dalam masa transisi yang penuh ketidakpastian.
Sebulan setelah Cardinale melakukan “bersih-bersih” besar-besaran dengan mendepak Massimiliano Allegri, Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan CEO Giorgio Furlani, satu-satunya figur baru yang resmi diumumkan hanyalah Ruben Amorim.
Pelatih asal Portugal tersebut telah menandatangani kontrak tiga tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
Namun yang menjadi perhatian publik adalah Amorim direkrut sebelum Milan memiliki struktur manajemen olahraga yang jelas.
Awalnya, Rossoneri sempat dikaitkan dengan duet Oliver Glasner dan Ralf Rangnick. Setelah itu muncul nama Markus Krosche dari Eintracht Frankfurt yang digadang-gadang akan menjadi Head of Football baru AC Milan.
Namun rencana tersebut gagal total. Frankfurt menolak melepas Krosche dan tidak menyukai pendekatan yang dilakukan manajemen Milan.
Akibatnya, hingga kini Rossoneri masih belum memiliki direktur olahraga maupun kepala sepak bola yang permanen.
Situasi ini membuat Cardinale mengambil keputusan yang tidak biasa.
Baca Juga:Trevisani Minta AC Milan Manjakan Ruben Amorim: Tak Ada Pelatih yang Sukses di Klub yang BerantakanTekel Brutal Messi Tak Kena Kartu Merah, Aljazair Ajukan Banding ke FIFA
Menurut laporan terbaru dari Italia, Cardinale memutuskan untuk turun langsung mengendalikan proyek olahraga AC Milan.
Jika dalam beberapa tahun terakhir pemilik RedBird lebih sering mendelegasikan tugas kepada para eksekutif klub, kini ia justru ingin menjadi figur utama dalam setiap keputusan penting.
Dalam struktur baru tersebut, Amorim akan menjalankan peran sebagai pelatih sekaligus manajer tim.
Ia bertugas menentukan kebutuhan skuad, posisi yang perlu diperkuat, hingga profil pemain yang sesuai dengan filosofi permainan yang diinginkannya.
Setelah itu, tim analisis data dan pencari bakat akan mencari pemain yang cocok baik secara teknis maupun finansial.
Seluruh proses tersebut nantinya berada di bawah pengawasan sebuah “komite strategis” yang dibentuk langsung oleh Cardinale.
