Meski demikian, kebersamaannya dengan Wolverhampton berakhir dalam beberapa waktu terakhir.
Perpisahan itu disebut dipicu oleh perbedaan pandangan internal terkait keputusan pemilik klub yang memberhentikan pelatih Vitor Pereira.
Perjalanan karier Teti dimulai di Hellas Verona sebelum ia mulai meniti karier di berbagai negara.
Pengalaman internasional pertamanya datang saat bekerja bersama Lugano di Swiss. Setelah itu, ia kembali ke Italia dan bergabung dengan Sampdoria.
Baca Juga:Tekel Brutal Messi Tak Kena Kartu Merah, Aljazair Ajukan Banding ke FIFA Ruben Amorim Mulai Bersih-bersih di AC Milan, Santiago Gimenez dan Loftus-Cheek Masuk Daftar Jual
Di klub asal Genoa tersebut, Teti ikut berperan dalam keberhasilan Sampdoria menjuarai Serie B dan promosi ke Serie A.
Tak hanya itu, ia juga dikenal memiliki insting kuat di bursa transfer.
Salah satu pencapaian terbaiknya adalah mendatangkan dua pemain muda yang kemudian berkembang menjadi bintang besar, yakni Mauro Icardi dan Shkodran Mustafi.
Saat direkrut Sampdoria, keduanya masih berstatus pemain muda yang belum dikenal luas. Namun seiring waktu, mereka menjelma menjadi pemain penting di level Eropa.
Setelah meninggalkan Sampdoria, Teti melanjutkan kariernya di Novara.
Di sana ia kembali merasakan kesuksesan dengan membantu klub tersebut meraih promosi ke Serie B.
Bahkan setahun kemudian Novara nyaris menciptakan kejutan dengan menembus Serie A sebelum langkah mereka terhenti di final play-off.
Karier internasionalnya berlanjut ke Siprus. Antara 2018 hingga 2021, Teti bekerja bersama APOEL Nicosia dan berhasil membantu klub tersebut meraih gelar juara liga.
Baca Juga:Ronaldinho Kembali Bermain dan Bergabung dengan Klub Serie C Italia Ronaldo Diboikot? Ruang Ganti Portugal Terjadi Perang Saudara
Sebelum bergabung dengan Wolverhampton, ia juga sempat menjadi bagian dari proyek ambisius Liga Arab Saudi bersama Al-Shabab.
Saat itu ia bekerja dengan sejumlah pemain ternama seperti Yannick Carrasco dan Ivan Rakitic.
Bisakah Jadi Solusi untuk Milan?
Pengalaman bekerja di berbagai negara membuat Domenico Teti memiliki profil yang berbeda dibandingkan kandidat direktur olahraga Milan lainnya.
Ia bukan sosok yang sering menjadi sorotan media, tetapi memiliki reputasi kuat dalam hal pencarian bakat, pengelolaan transfer, dan pembangunan proyek jangka panjang.
Bagi Gerry Cardinale, sosok seperti Teti bisa menjadi pilihan menarik untuk membantu Milan menemukan keseimbangan antara prestasi olahraga dan keberlanjutan finansial.
Meski belum ada keputusan resmi, kemunculan nama Domenico Teti menunjukkan bahwa AC Milan masih terus mencari figur yang tepat untuk mengarahkan strategi transfer klub.
