Ronaldo Diboikot? Ruang Ganti Portugal Terjadi Perang Saudara

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifaworldcup 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian di Piala Dunia 2026.

Namun kali ini bukan karena gol atau aksi spektakulernya di lapangan, melainkan karena kontroversi yang muncul setelah Portugal gagal meraih kemenangan pada laga perdana mereka.

Hasil imbang mengecewakan melawan Republik Demokratik Kongo memicu perdebatan besar di kalangan pendukung Portugal.

Baca Juga:Marco Materazzi: Ibrahimovic Interista Terbesar Sepanjang SejarahLegenda Inter Anggap Harga Marco Palestra Kemahalan: Rp1 Triliun untuk Bek Sayap Terlalu Berlebihan 

Di tengah kritik terhadap performa tim, muncul tudingan bahwa sejumlah pemain sengaja tidak memberikan umpan kepada Ronaldo selama pertandingan.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya perpecahan di dalam skuad Portugal, bahkan beberapa media menyebut atmosfer yang berkembang saat ini menyerupai “perang saudara” di ruang ganti Selecao das Quinas.

Kontroversi bermula dari keputusan pelatih Roberto Martinez yang mempertahankan Ronaldo selama 90 menit penuh meski penyerang Al Nassr itu kesulitan memberikan dampak signifikan sepanjang pertandingan.

Keputusan tersebut memecah opini publik Portugal menjadi dua kubu.

Sebagian pihak menilai Ronaldo tidak lagi layak menjadi pemain yang tak tergantikan mengingat usianya yang kini telah menginjak 41 tahun.

Namun di sisi lain, banyak pendukung yang masih menganggapnya sebagai ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Portugal dan tetap layak menjadi pusat permainan tim.

Perdebatan itu semakin panas setelah pertandingan berakhir.

Menurut laporan media Portugal, akun media sosial sejumlah pemain langsung dibanjiri komentar dari para pendukung Ronaldo.

Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Vitinha, João Neves, hingga Pedro Neto menjadi sasaran kritik.

Baca Juga:Ini Alasan Krosche Tolak Tawaran Gaji Rp200 Miliar dan Anggaran Transfer Rp14 Triliun dari AC Milan Marco Palestra Ingin Gabung Inter Milan, Atalanta Anggap Tawaran Rp1 Triliun Masih Kurang 

Mereka dituding tidak cukup sering mengalirkan bola kepada sang kapten selama pertandingan melawan Republik Demokratik Kongo.

Sebagian pendukung bahkan melontarkan tuduhan yang lebih ekstrem.

Mereka menilai beberapa pemain sengaja mengabaikan Ronaldo karena iri terhadap popularitas dan prestasi yang telah diraih mantan bintang Manchester United, Juventus, dan Real Madrid tersebut.

Tuduhan itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar Portugal.

Muncul Kekhawatiran “Perang Saudara”

Wakil Direktur harian olahraga Record, Vitor Pinto, mengaku khawatir dengan situasi yang berkembang di sekitar tim nasional Portugal.

Menurutnya, polarisasi yang muncul akibat setiap diskusi tentang Ronaldo berpotensi merusak suasana di dalam skuad yang sedang berjuang di Piala Dunia.

0 Komentar