Ini Alasan Krosche Tolak Tawaran Gaji Rp200 Miliar dan Anggaran Transfer Rp14 Triliun dari AC Milan 

Markus Krosche
Markus Krosche  Foto: Tangkapan layar Instagram 
0 Komentar

Dalam beberapa pekan terakhir, Rossoneri memang menjadi sorotan media Italia setelah melakukan perombakan besar-besaran di jajaran manajemen.

Klub memutuskan berpisah dengan CEO Giorgio Furlani, direktur olahraga Igli Tare, pelatih Massimiliano Allegri, dan direktur teknik Geoffrey Moncada secara bersamaan.

Langkah itu menuai kritik karena dilakukan sebelum pengganti yang kompeten berhasil diamankan.

Situasi tersebut sangat berbeda dengan yang terjadi di Juventus.

Baca Juga:Jurnalis Italia Tuding Manajemen AC Milan Amatiran: Milan Terlihat Seperti Klub yang Baru Belajar BerjalanCEO Juventus Bebas Belanja Hingga Rp1 Triliun, CEO AC Milan Wajib Lapor Pemilik untuk Beli Pemain Rp200 Miliar

Saat Bianconeri memutuskan mengganti Damien Comolli dengan Giovanni Carnevali, mereka terlebih dahulu memastikan kesepakatan dengan sosok pengganti sebelum mengumumkan perubahan struktur organisasi.

Bahkan, Carnevali diberi kewenangan luar biasa besar oleh pemilik Juventus, John Elkann.

CEO baru Juventus itu dapat menyetujui transfer pemain hingga €50 juta atau sekitar Rp1 triliun hanya dengan satu tanda tangan.

Sebaliknya, struktur pengambilan keputusan di Milan dinilai masih terlalu bergantung pada pemilik klub, Gerry Cardinale.

Banyak pengamat meyakini kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah kandidat ragu menerima tawaran Rossoneri.

Laporan Bild juga mengungkap detail menarik lainnya terkait kegagalan negosiasi tersebut.

Krosche sebenarnya memiliki klausul pelepasan senilai €7 juta atau sekitar Rp140 miliar dalam kontraknya bersama Eintracht Frankfurt.

Baca Juga:Tak Perlu Lapor Pemilik, Tanda Tangan CEO Baru Juventus Bisa Beli Pemain Seharga Rp1 Triliun Real Madrid Beli 4 Pemain Bintang, Mourinho Minta Datangkan Enzo Fernandez

Namun klausul tersebut hanya dapat diaktifkan pada bursa transfer musim dingin, bukan pada musim panas seperti saat ini.

Selain itu, beredarnya berbagai laporan media Italia yang menyebut kesepakatan antara Milan dan Krosche sudah hampir tercapai juga disebut menimbulkan ketidaknyamanan di pihak sang direktur.

Pada akhirnya, “pernikahan” yang sempat diprediksi akan terjadi itu gagal terwujud.

Bagi AC Milan, penolakan Krosche menjadi sinyal bahwa membangun kembali kredibilitas dan struktur organisasi yang solid mungkin sama pentingnya dengan menyediakan dana transfer besar.

Sebab, jika tawaran gaji Rp200 miliar per musim dan anggaran transfer Rp14 triliun saja tidak cukup untuk meyakinkan seorang direktur olahraga papan atas, maka persoalan yang dihadapi Rossoneri tampaknya jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan finansial.

0 Komentar