TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah maraknya makanan kekinian, keberadaan jajanan tradisional kini semakin jarang ditemui. Untuk menghadirkan kembali cita rasa yang lekat dengan kenangan masa kecil masyarakat, Supermarket Plaza Asia Tasikmalaya kembali menggelar Event Jajanan Jadul mulai 12 Juni hingga 12 Juli 2026.
Sebanyak 10 pelaku UMKM turut meramaikan event tahunan tersebut dengan menghadirkan beragam kuliner tradisional yang kini mulai sulit ditemukan di pasaran.
Kegiatan ini menjadi upaya mempertemukan jajanan tradisional dengan pasar modern sekaligus memperluas jangkauan pemasaran bagi para pelaku usaha.
Baca Juga:Geger Moto3 Junior World Championship 2026! Ramadhipa Ukir Sejarah, Bikin Indonesia Bersuara di EstorilLaba Bank Mandiri Tembus Rp 23,3 Triliun hingga Mei 2026, Pertumbuhan Kredit Masih Melaju Kencang
Store Manager Supermarket Plaza Asia Tasikmalaya Hindriana mengatakan, event tersebut rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM sekaligus mengenalkan jajanan tradisional kepada generasi muda.
“Event ini mempertemukan jajanan tradisional dengan modern market. Selain mengenalkan kepada generasi muda yang mungkin belum tahu, kami juga ingin membantu UMKM meningkatkan penjualan dan memperluas brand awareness,” ujarnya.
Menurut dia, konsep Jajanan Jadul di Plaza Asia tersebut memberikan peluang tersendiri bagi para pedagang. Pengunjung yang datang ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dapat sekaligus mengenal dan mencicipi jajanan tradisional yang ditawarkan para pelaku UMKM.
“Ketika berbelanja, pengunjung bisa melihat jajanan-jajanan jadul dan akhirnya tertarik membeli. Di situ juga muncul momen nostalgia,” katanya.
Dari 10 stan yang hadir, terdapat beberapa jajanan yang paling banyak diminati pengunjung. Hindriana menyebut kembang tahu, rujak bèbèk, dan kue ape menjadi kuliner yang paling banyak diburu selama event berlangsung.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap ketiga jajanan tersebut tidak lepas dari semakin sulitnya menemukan makanan tradisional tersebut di berbagai tempat. Selain itu, cita rasa yang khas membuat jajanan tersebut tetap digemari lintas generasi.
Hindriana berharap Event Jajanan Jadul tidak hanya menjadi sarana nostalgia bagi pengunjung, tetapi juga mampu membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca Juga:Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Skor, Kondisi Tim, dan Susunan Pemain21 Klub Motor Honda Kumpul di Kuningan, Bahas Masa Depan Paguyuban hingga Identitas Resmi
“Kami berharap pengunjung bisa bernostalgia dengan makanan jadul, sementara bagi para pelaku UMKM semoga kegiatan ini bisa membantu meningkatkan penjualan dan memperkuat brand awareness produk mereka,” ujarnya.
