Ia lalu mengenang bagaimana Silvio Berlusconi mengambil alih Milan pada 1986, ketika klub sedang terpuruk.
“Ketika Silvio mengambil alih Milan, klub berada di Serie B. Tidak perlu lagi mengulang semua kesuksesan yang telah kami raih. Dia mengambil klub itu dan membawanya ke puncak dunia,” kenangnya.
Bahkan, Paolo menyebut nama Milan identik dengan citra Italia di mata dunia.
Baca Juga:Kata Pertama Ruben Amorim Usai Resmi Jadi Pelatih AC Milan: Saya Tahu Persis Apa Arti Klub Ini Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala
“Italia dikenal karena spaghetti dan Milan milik Berlusconi,” ucapnya.
Meski demikian, Paolo mengakui bahwa sang kakak kemungkinan akan sedih melihat performa Rossoneri dalam beberapa musim terakhir.
“Hari ini tentu saja dia akan sedih melihat Milan seperti sekarang. Tetapi dia selalu sangat positif. Dia mungkin akan berkata: ‘Milan berada dalam situasi yang hanya bisa menjadi lebih baik’,” tuturnya.
Menurut Paolo, Silvio akan memiliki banyak ide untuk membawa Milan kembali ke level yang seharusnya.
“AC Milan adalah tim Liga Champions, tentu bukan tim papan tengah,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Paolo juga ditanya mengenai pemilik AC Milan saat ini, Gerry Cardinale.
Ia mengaku belum pernah mengenal langsung pria yang mengendalikan RedBird Capital tersebut.
Baca Juga:Marc Cucurella Kloter Pertama Los Galacticos Jilid 2 Real Madrid: Khedira dan Pepe Calon Staf Pelatih Demi Napoli, Allegri Rela Kehilangan Uang Pesangon Rp100 Miliar dari AC Milan
“Saya tidak mengenalnya. Adriano Galliani mengenalnya dengan sangat baik dan selalu berbicara positif tentang dirinya,” kata Paolo.
Karena itu, Paolo enggan memberikan penilaian pribadi.
“Saya tidak punya penilaian selain dari apa yang diceritakan Adriano kepada saya.”
Meski demikian, ia tetap memberikan pujian kepada Cardinale.
“Dia adalah orang yang cakap, seseorang yang membangun kesuksesannya sendiri. Dan seperti yang kami katakan di Milan: ‘minga un pirla’.”
Ungkapan khas dialek Milan itu secara bebas dapat diterjemahkan sebagai: “dia bukan orang bodoh.”
Komentar Paolo Berlusconi menunjukkan bahwa meskipun ada kritik terhadap cara pemilik baru mengelola warisan sejarah klub, keluarga Berlusconi tetap menaruh harapan agar AC Milan bisa kembali berjaya.
Kini, di bawah kepemimpinan Gerry Cardinale, CEO baru Massimo Calvelli, dan pelatih Ruben Amorim, Rossoneri memasuki era baru.
