TASIKMAlAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 27 murid kelas VI SDN 2 Gununglipung yang terdiri atas 14 laki-laki dan 13 perempuan resmi dilepas dalam kegiatan tasyakur kelulusan Tahun Pelajaran 2025/2026, Rabu (10/6/2026).
Acara tersebut menjadi momen penuh syukur atas tuntasnya perjalanan pendidikan dasar mereka sekaligus penanda langkah baru menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Berbeda dari pelepasan pada umumnya, seluruh lulusan sekolah ini mendapatkan sertifikat penghargaan sesuai kelebihan dan potensi yang dimiliki masing-masing.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekolah terhadap berbagai capaian siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan yang berkembang selama menempuh pendidikan.
Baca Juga:Wahid Mengalahkan Prediksi!Pasien Jiwa Mengantre (Part 2): Dulu Takut Kelaparan, Kini Takut Tagihan!
Kepala SDN 2 Gununglipung, Dina Dinaryanti SPd, menuturkan, pelepasan siswa bukan sekadar seremoni perpisahan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri selesainya satu tahapan penting dalam proses pendidikan sekaligus refleksi atas perjalanan pembelajaran yang telah dilalui bersama oleh siswa, guru, dan orang tua.
“Apresiasi yang kami berikan bukan hanya dari segi kognitif, tetapi juga karakter dan kemampuan yang menonjol pada diri murid. Pada momen tasyakur kelulusan, seluruh murid kelas VI diberikan sertifikat penghargaan sesuai kelebihan masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan yang ditunjukkan para siswa selama enam tahun terakhir tidak hanya terlihat dari peningkatan kemampuan akademik. Sekolah juga mencatat tumbuhnya kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, kepedulian terhadap sesama, hingga keberanian untuk tampil dan berprestasi dalam berbagai kesempatan.
“Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak hanya menghasilkan murid yang cerdas, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik,” katanya.
Menurutnya, pembentukan karakter menjadi salah satu fokus utama SDN 2 Gununglipung. Berbagai nilai seperti religius, disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, gotong royong, serta penghormatan kepada orang tua dan guru terus ditanamkan melalui budaya sekolah dan pembiasaan sehari-hari.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, sekolah juga memberikan perhatian terhadap penguatan literasi digital. Siswa didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar sekaligus dibimbing agar mampu menggunakan media digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membimbing murid agar mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, bukan hanya untuk hiburan,” tuturnya.
