Pekan QRIS Nasional 2026 Perkuat Ekosistem Digital Kota Tasikmalaya

Pekan QRIS Nasional
Kepala KPw BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari (tengah) difoto bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan (ketiga dari kanan) dalam acara Festival Riung QRIS di Atrium Plaza Asia Tasikmalaya, Sabtu (15/8/2026). (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Transformasi digital sistem pembayaran di Kota Tasikmalaya terus diperluas agar tidak sekadar mendorong masyarakat menggunakan QRIS, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih nyata dalam pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga lingkungan pesantren.

Upaya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri pada 11–17 Agustus 2026.

Mengusung tema “Rayakan Digitalisasi! QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak!”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat digitalisasi yang inklusif, aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Baca Juga:Motor Jarang Dipakai? Jangan Langsung Ditinggal, Ini 5 Cara agar Tetap PrimaRaih 444 Suara, Tantan Sulthon Bukhawan Pimpin PWI Jabar 2026–2031, Oland Sibarani Ketua DK

Di Kota Tasikmalaya, penguatan digitalisasi tersebut ditandai dengan tiga inisiatif utama, yakni percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah melalui Tasik Melayani, implementasi Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap, serta penguatan digitalisasi pesantren melalui QRIS UMMAT.

Ketiga inisiatif itu menyasar ruang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni memperluas pemanfaatan sistem pembayaran digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi Bank Indonesia, Pemerintah Kota Tasikmalaya, industri sistem pembayaran, dunia usaha, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan pun menjadi bagian penting dalam pengembangannya.

Bank Indonesia memandang implementasi QRIS saat ini telah memasuki tahap yang semakin matang. Karena itu, pengembangannya tidak lagi hanya diarahkan untuk meningkatkan awareness, tetapi juga memperluas penggunaan sekaligus memperkuat kualitas layanan.

Dengan pendekatan tersebut, transaksi digital diharapkan tidak berhenti pada kemudahan pembayaran. Lebih jauh, sistem pembayaran digital diharapkan mampu memberikan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, aman, nyaman, sekaligus memberikan nilai tambah bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sektor pelayanan publik, penguatan digitalisasi diwujudkan melalui Tasik Melayani sebagai bagian dari percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mengembangkan sejumlah layanan digital, seperti Tasik Hub, IPBB Digital, SiMaret, dan E-Retribusi Parkir.

Baca Juga:SIDO Pangkas Target Pendapatan 2026, Destocking Rampung: Akankah Kinerja Pulih di Semester II?Orasi Kewirausahaan UBTH 2026: Saatnya Generasi Muda Jadi Inovator, Investor, dan Pembuka Lapangan Kerja

Pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Pada saat yang sama, digitalisasi diharapkan dapat mendukung efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan penerimaan daerah.

Dari pelayanan publik, perluasan ekosistem pembayaran digital juga menyentuh pusat aktivitas ekonomi. Salah satunya melalui peluncuran Asia Plaza Mall SIAP QRIS Tap yang menawarkan pengalaman transaksi lebih cepat, praktis, dan nyaman.

0 Komentar