TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SD Islam Al-Misbah menggelar Khotmil Qur’an yang diikuti seluruh peserta didik kelas VI sebagai bagian dari rangkaian akhir pembelajaran sebelum menuntaskan pendidikan dasar.
Momentum itu menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an yang telah dibina selama enam tahun.
Selain menampilkan hafalan Al-Qur’an, para peserta juga memperagakan berbagai praktik ibadah, mulai dari adzan hingga salat. Penampilan itu menjadi gambaran hasil pembelajaran keagamaan yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah.
Baca Juga:Tiang Penyangga Amir Mahpud!Wahid Mengalahkan Prediksi!
Bidang Kurikulum Kediniyahan SD Islam Al-Misbah, Titin Warkayatin SAg, menjelaskan, Khotmil Qur’an merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun bagi peserta didik kelas VI. Agenda tahunan tersebut menjadi puncak dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah dijalani sejak mereka duduk di bangku kelas I.
“Khotmil Qur’an bukan syarat kelulusan akademis, tetapi merupakan bentuk kelulusan spiritual sekaligus capaian dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang dibina sekolah selama enam tahun,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Titin, penilaian dalam program tersebut tidak hanya berfokus pada kelancaran membaca Al-Qur’an. Sekolah juga memperhatikan penguasaan tajwid dan tahsin, hafalan surah-surah pilihan, doa-doa harian, serta pemahaman dasar keislaman yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
Ia menuturkan kemampuan Al-Qur’an peserta didik tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya kelancaran membaca, capaian hafalan yang semakin baik, serta tumbuhnya kepercayaan diri saat tampil membaca Al-Qur’an di hadapan banyak orang.
“Perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak hanya menghasilkan murid yang cerdas, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik,” katanya.
Titin menambahkan, pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu bagian penting dalam profil lulusan SD Islam Al-Misbah. Selain membekali peserta didik dengan hafalan, sekolah juga memberikan pemahaman tajwid agar mereka mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar.
Komitmen itu merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat. Bekal keislaman yang diberikan diharapkan dapat menjadi landasan bagi peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan mereka pada jenjang pendidikan berikutnya.
