Dalam kesempatan itu juga diperkenalkan logo baru Unitas. Huruf “U” yang menjadi elemen utama logo dimaknai sebagai simbol unity atau persatuan.
Filosofi tersebut menggambarkan kampus sebagai rumah besar ilmu pengetahuan yang terbuka bagi berbagai latar belakang organisasi dan golongan.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam IAIT Tasikmalaya, Heri Hendriana, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berjuang mengantarkan kampus hingga resmi berstatus universitas.
Baca Juga:Dewan Pendidikan Kota Tasikmalaya Belum Terbentuk, PGM Sindir Komitmen PemkotSPMB SMP di Kota Tasikmalaya Dibuka, 7.392 Kursi Negeri Siap Diperebutkan Lewat Empat Jalur Seleksi
Menurutnya, perubahan status tersebut harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berakhlak, kompeten dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Kami akan terus berupaya memfasilitasi pengembangan Universitas Islam Tasikmalaya agar tidak hanya menjadi kebanggaan kampus, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan membawa nama baik Tasikmalaya,” tuturnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Setda Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, menilai kehadiran Unitas menjadi bagian penting dalam mendukung visi pembangunan Kota Tasikmalaya sebagai pusat perdagangan, jasa, industri, sekaligus kota religius dan cerdas.
Ia menyebut perjalanan panjang yang ditempuh hingga menjadi universitas merupakan capaian luar biasa yang patut diapresiasi.
“Pemerintah Kota Tasikmalaya memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Kami berharap Universitas Islam Tasikmalaya dapat terus bersinergi membantu menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya.
Transformasi IAIT menjadi Universitas Islam Tasikmalaya menjadi penanda bahwa mimpi panjang dunia pendidikan Islam di Kota Resik tak lagi berhenti di gerbang institut.
Kini, dengan status universitas, tantangan memang bertambah. Namun begitu pula peluang untuk menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, bangsa dan negara. (rezza rizaldi)
