PANGANDARAN, RADARTASIK-Harapan terwujudnya pasar tradisional yang representatif di Kalipucang, Pananjung dan Parigi masih sebatas harapan. Pasalnya, revitalisasi yang akan dilakukan tahun baru sebatas drainase.
Seperti diketahui, ada tiga pasar tradisional yang dikelola oleh Pemkab Pangandaran, diantaranya Pasar Kalipucang, Pasar Pananjung dan juga Pasar Parigi.
Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pangandaran Tita Rahayu Diningsih mengatakan tiga pasar tradisional tersebut rata-rata sudah lama tidak mendapat perbaikan atau revitalisasi. Bahkan ada yang sampai puluhan tahun sejak zaman Ciamis.
Baca Juga:Hasil Pekerjaan Tak Berfungsi, Proyek Ipal TPA Ciangir Kota Tasikmalaya MencurigakanNilai Para Peserta Mendadak Berkurang! Penerimaan Siswa Sekolah Maung di Kota Tasikmalaya Berpolemik
Sebagaimana diketahui kondisi ketiga pasar sekarang ini cukup kumuh, apalagi kalau hujan, biasanya banyak genangan air karena drainase yang buruk.
“Katanya tahun sekarang mau dianggarkan, untuk perbaikan drainase terlebih dahulu,” ungkapnya kepada Radar Selasa (9/6/2026).
Menurut Tita, untuk perbaikan drainase di tiga pasar tersebut, dianggarkan sebesar Rp 500 juta. “Dinas PU yang akan mengerjakannya dan sudah berkomunikasi dengan saya,” ujarnya.
Ia mengatakan, dua minggu kebelakang sudah ada pengecekan ke lapangan di tiga titik tersebut, melihat kondisi drainase terkini. “Karena mereka yang tahu teknis,” jelasnya.
Dia mengatakan bahwa saat ini mereka akan fokus memperbaiki drainase terlebih dahulu, sebelum nantinya akan dilakukan perbaikan terhadap jalan dan juga bangunan. “Sementara drainase dulu, nanti dilanjutkan jalan,” katanya.
Sebelumnya, di Pasar Pananjung juga pernah diperbaiki jalan, namun itu pun dilakukan secara swadaya, menggunakan dana para pedagang.
Untuk target revitalisasi tiga pasar tersebut, pihaknya belum bisa memastikan kapan, karena keterbatasan anggaran. Radar mencoba mengkonfirmasi hal itu kepada Dinas PU, namun tidak ada yang bisa dimintai keterangan.(Deni Nurdiansah)
