Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi solusi pengelolaan sampah tidak hanya bagi Tasikmalaya, tetapi juga wilayah Priangan Timur.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menilai keberadaan TPST regional dapat menjadi harapan baru untuk mengurangi tekanan terhadap TPA Ciangir yang saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas.
“Ini bisa menjadi harapan solusi untuk masalah TPA Ciangir yang penuh,” tutur Diky.
Baca Juga:Proyek IPAL Ciangir Rp3,6 Miliar Masih Pincang, DPRD Ingatkan Jangan Hanya Beres di Atas KertasHarga Kedelai Impor Naik, Ratusan Perajin Tahu di Tasikmalaya Pangkas Produksi dan Naikan Harga Jual
Dalam pertemuan itu, Diky bersama Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Sampah dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Mabes TNI AD, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya menerima arahan terkait penanganan sampah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Salah satu instruksinya adalah meminta seluruh pemerintah daerah melakukan pemetaan kondisi persampahan secara lebih rinci agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Iya, kami mendapat arahan itu agar penanganan sampah dapat dilakukan secara tepat,” tambah Diky.
Selain isu persampahan, Pemkot Tasikmalaya juga akan melakukan pendataan ulang wilayah rawan kekeringan dan infrastruktur yang membutuhkan perhatian menjelang musim kemarau panjang.
Diky berharap sinergi antara pemerintah kota, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dapat menjadi jalan keluar dari persoalan klasik yang selama ini terus menumpuk.
Sebab, sampah yang dibiarkan menggunung hanya akan menjadi catatan lama dengan kemasan masalah baru.
Baca Juga:Parkir Kota Tasikmalaya Dikelola Yayasan, Harapan Tertib Mengaspal di Empat Ruas Jalan StrategisBSMSS 2026 Garap Jalan 1,5 Kilometer di Salawu, Akses Warga Jahiang Tasikmalaya Mulai Keluar dari Kubangan
“Mudah-mudahan dengan arahan Pak Gubernur dan kerja sama bersama pemerintah kabupaten, masalah itu dapat diselesaikan,” harapnya. (rezza rizaldi)
