Selain itu, edukasi mengenai kesehatan mental perlu diperluas hingga ke tingkat sekolah, komunitas, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan pemerintahan desa agar pemahaman masyarakat terhadap isu kesehatan mental semakin meningkat.
“Guru, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk mengenali gejala awal depresi dan risiko bunuh diri sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Menurut Rikha, upaya penanganan tidak berhenti setelah sebuah kasus terjadi. Pendampingan psikologis bagi keluarga korban maupun masyarakat sekitar juga penting dilakukan untuk mencegah trauma berkepanjangan serta mengurangi kemungkinan munculnya kasus serupa di kemudian hari.
Baca Juga:Gaji Selamat, Pelayanan Tamat!Uriarte Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 4 Klasemen Kejuaraan Dunia Moto3
Ia menegaskan bahwa bunuh diri merupakan persoalan yang kompleks, namun dapat dicegah apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian yang sama, memperkuat dukungan sosial, dan memastikan layanan kesehatan mental mudah diakses oleh siapa pun yang membutuhkan.
“Bunuh diri bukan hanya persoalan pribadi, melainkan masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
