Fenomena Bunuh Diri di Tasikmalaya Jadi Alarm Kesehatan Mental, Psikolog Minta Pemda Perkuat Pencegahan

bunuh diri di kota tasikmalaya
Rikha Surtika M.Psi, Psikolog di Kota Tasikmalaya
0 Komentar

“Kondisi yang sering terjadi adalah tunnel vision, ketika seseorang hanya fokus pada masalah yang dihadapi dan tidak mampu melihat bantuan atau pilihan lain yang sebenarnya tersedia,” jelasnya.

Selain itu, muncul pula kecenderungan rumination, yakni pikiran negatif yang terus berulang dan sulit dihentikan. Kondisi ini dapat memperberat tekanan mental dan meningkatkan risiko munculnya ide bunuh diri.

Tidak hanya faktor psikologis, lingkungan sosial juga berperan besar dalam memengaruhi risiko seseorang melakukan bunuh diri. Masalah ekonomi, pengangguran, konflik rumah tangga, perceraian, kehilangan orang yang dicintai, hingga minimnya dukungan sosial menjadi faktor yang kerap ditemukan dalam berbagai kasus.

Baca Juga:Gaji Selamat, Pelayanan Tamat!Uriarte Didiskualifikasi, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 4 Klasemen Kejuaraan Dunia Moto3

Menurut Rikha, stigma terhadap gangguan kesehatan mental hingga saat ini masih menjadi tantangan besar. Banyak orang yang mengalami tekanan psikologis enggan mencari bantuan profesional karena khawatir dianggap lemah atau mendapatkan penilaian negatif dari lingkungan sekitarnya.

“Padahal bantuan psikologis sejak dini sangat penting agar kondisi yang dialami tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.

Untuk menekan angka bunuh diri, Rikha menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala depresi dan tanda-tanda munculnya keinginan mengakhiri hidup. Dalam hal ini, keluarga, teman, dan masyarakat sekitar memiliki peran penting sebagai pihak yang pertama kali dapat mengenali perubahan perilaku seseorang.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain menarik diri dari lingkungan sosial, perubahan suasana hati secara drastis, sering mengungkapkan rasa putus asa, kehilangan semangat hidup, hingga memberikan isyarat atau pernyataan yang mengarah pada keinginan bunuh diri.

Selain memperkuat dukungan sosial, akses terhadap layanan kesehatan mental juga perlu diperluas. Masyarakat harus memiliki kemudahan untuk mendapatkan layanan konseling, psikoterapi, maupun pendampingan psikologis dengan biaya yang terjangkau.

Rikha menilai pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan bunuh diri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membentuk satuan tugas khusus pencegahan bunuh diri yang melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan.

Di sektor pelayanan kesehatan, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat layanan kesehatan mental di puskesmas, menyediakan tenaga psikolog di fasilitas kesehatan, serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kondisi krisis psikologis.

0 Komentar