Lowongan Kerja Palsu di Tasikmalaya Diduga Jadi Modus Prostitusi, Pencari Kerja Nyaris Terjebak

lowongan kerja palsu di Tasikmalaya
Ilustrasi lowongan kerja palsu. olah digital ChatGPT
0 Komentar

Deni mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan muda, agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan dengan informasi yang minim dan identitas perusahaan yang tidak jelas.

Di era digital, kata dia, penipu kerap memanfaatkan media sosial untuk memancing korban dengan iming-iming pekerjaan mudah dan cepat.

“Harus lebih selektif dan kritis terhadap informasi lowongan pekerjaan, terutama yang beredar di media sosial atau platform digital lainnya. Pastikan perusahaan tersebut memiliki operasional yang jelas,” bebernya.

Baca Juga:Residivis Baru Bebas Gasak 12 Motor di Tasikmalaya, Dijual Lewat Facebook CODPeredaran Miras di Kota Tasikmalaya Masih Mengkhawatirkan, 177 Botol Disita dalam Semalam

Pihaknya juga membuka layanan konsultasi dan verifikasi bagi masyarakat yang ingin memastikan legalitas perusahaan maupun lowongan pekerjaan yang diterima.

“Kami sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi terkait lowongan pekerjaan. Silakan datang atau menghubungi Disnaker untuk memastikan apakah perusahaan dan lowongan tersebut resmi atau tidak,” tambahnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik manisnya janji pekerjaan, tak sedikit pihak yang mencoba menangguk keuntungan dari keresahan para pencari kerja.

Ketika lapangan kerja masih menjadi barang buruan, kewaspadaan menjadi pagar pertama agar tidak terjerumus ke dalam jebakan yang berkedok peluang. (rezza rizaldi)

0 Komentar