Di saat kritik terhadap manajemen semakin menguat, Milan juga harus menghadapi ancaman eksodus pemain.
Rafael Leao secara terbuka mengakui bahwa dirinya ingin mencoba tantangan baru di liga lain setelah merasa telah memberikan segalanya untuk Rossoneri.
Meski Milan tidak berniat menghalangi kepergiannya, klub hanya bersedia melepas sang pemain jika ada tawaran yang sesuai dengan valuasi mereka, yang diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 60 juta euro.
Baca Juga:Daftar Tim dengan Penghasilan Terbesar di Liga Champions: PSG No 1, Inter di Luar 10 BesarJurnalis Italia: Cardinale dan Ibrahimovic Buat Banyak Orang Menolak AC Milan
Selain Leao, masa depan Mike Maignan juga mulai menjadi bahan spekulasi.
Kiper tim nasional Prancis itu baru saja mendapatkan kontrak bernilai sekitar 5 juta euro per musim. Namun, perubahan arah proyek klub membuat posisinya tidak lagi sepenuhnya aman.
Situasi serupa juga dialami Luka Modric dan Adrien Rabiot.
Keduanya disebut memiliki hubungan dekat dengan Massimiliano Allegri dan berpotensi mempertimbangkan masa depan mereka jika proyek baru Milan tidak sesuai dengan ambisi yang diharapkan.
Modric bahkan dikabarkan mulai memikirkan pensiun setelah Piala Dunia mendatang, sementara Rabiot disebut-sebut bisa mengikuti Allegri jika sang pelatih menerima tantangan baru di klub lain.
Kondisi ini membuat banyak pihak khawatir Milan akan kehilangan beberapa pilar penting sekaligus dalam satu jendela transfer.
Jika hal itu terjadi, Rossoneri tidak hanya menghadapi tugas berat membangun kembali skuad, tetapi juga harus menjawab kritik yang semakin keras mengenai arah dan identitas klub.
Apa yang disampaikan Virdis mencerminkan perasaan banyak pendukung Milan saat ini.
Baca Juga:Media Italia: AC Milan Pecat Moncada Tanpa Uang PesangonRafael Leao Kirim Pesan Perpisahan, Era Tim Scudetto AC Milan Berakhir
Bagi mereka, persoalan Rossoneri bukan sekadar soal hasil pertandingan atau aktivitas transfer.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah hilangnya jiwa dan identitas klub yang selama puluhan tahun menjadikan AC Milan sebagai salah satu simbol terbesar sepak bola dunia.
Kini, di tengah ancaman eksodus pemain dan tekanan yang terus meningkat terhadap manajemen, Gerry Cardinale dan para petinggi klub dituntut untuk segera membuktikan bahwa proyek mereka masih mampu membawa Milan kembali ke jalur kejayaan.
Bukan justru menjauhkannya dari sejarah besar yang telah dibangun selama beberapa generasi seperti yang diucapkan Virdis.
