Allegri Gugat AC Milan: Tak Cocok dengan Uang Pesangon dan Cara Pemecatan

Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Kontrak tersebut sebenarnya memiliki klausul perpanjangan otomatis satu musim apabila Milan berhasil lolos ke Liga Champions.

Namun kegagalan Rossoneri mengamankan tiket Liga Champions membuat klausul itu tidak aktif. Dengan demikian, Milan memiliki dasar untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat.

Meski demikian, Allegri tetap berharap mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan nilai kontraknya.

Baca Juga:Vieira: Gelar Liga Champions Buat Arsenal Arteta Lebih Besar dari Era WengerRavezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan

Il Giornale melaporkan total biaya yang diminta pihak Allegri mencapai sekitar 14 juta euro bruto atau lebih dari Rp260 miliar.

Sementara itu, Milan hanya ingin mengeluarkan sekitar setengah dari angka tersebut.

Perbedaan paling mencolok terjadi pada insentif pemutusan hubungan kerja.

Pemilik Milan, Gerry Cardinale, dikabarkan hanya bersedia memberikan sekitar 500 ribu euro sebagai kompensasi tambahan. Angka itu dianggap sebagai batas maksimal yang layak diberikan.

Manajemen juga disebut beranggapan Allegri telah menjalin komunikasi dengan Napoli sejak beberapa pekan sebelum pemecatan resmi diumumkan, sehingga mereka merasa tidak perlu memberikan kompensasi lebih besar.

Di sisi lain, Allegri meminta setidaknya 1 juta euro sebagai insentif perpisahan.

Kasus ini semakin memperlihatkan besarnya kekacauan yang terjadi di tubuh AC Milan setelah musim 2025/2026 berakhir.

Klub yang gagal lolos ke Liga Champions itu sebelumnya juga melakukan perombakan besar-besaran di level manajemen dengan melepas sejumlah petinggi sekaligus.

Baca Juga:Xavi Tolak Tawaran Jadi Pelatih AC MilanAC Milan Terancam Kehilangan Francesco Camarda

Keputusan tersebut memicu berbagai kritik dari media Italia dan mantan tokoh klub yang menilai Milan kehilangan arah setelah beberapa tahun terakhir mengalami pergantian strategi dan figur penting secara berulang.

Kini, alih-alih fokus membangun tim baru untuk musim depan, Milan justru harus menghadapi potensi sengketa hukum dengan pelatih yang baru satu musim menangani tim.

Jika tidak segera menemukan titik temu, konflik antara Allegri dan Rossoneri berpotensi menjadi salah satu kisah paling panas dalam bursa sepak bola Italia musim panas ini.

0 Komentar