Salah satunya adalah Xavi Hernandez yang saat ini belum memiliki klub setelah meninggalkan Barcelona. Selain itu, ada juga Andoni Iraola yang baru berpisah dengan Bournemouth.
Nama lain yang cukup disukai Ibrahimovic adalah Mark van Bommel dan Thiago Motta. Keduanya dianggap memiliki pendekatan modern dalam membangun tim.
Sementara itu, Vincenzo Italiano dan Raffaele Palladino juga masih masuk radar, meski posisinya belum sekuat kandidat lain.
Baca Juga:Gianluca Di Marzio: Ibrahimovic Jadi Orang yang Paling Berkuasa di AC MilanJurnalis Italia Sindir Pemilik AC Milan: Ikan Busuk Dimulai dari Kepalanya
Keputusan akhir nantinya akan dibahas bersama direktur olahraga baru yang segera ditunjuk Milan dalam waktu dekat.
Menariknya, tidak hanya di kursi pelatih, perubahan besar juga akan terjadi di skuad Milan.
Laporan tersebut menyebut Rafael Leao akan dimasukkan ke daftar jual demi mendapatkan dana segar sekitar 50 juta euro.
Penyerang asal Portugal itu bukan satu-satunya pemain bintang yang berpotensi hengkang.
Milan juga akan mengevaluasi situasi Adrien Rabiot dan para penyerangnya. Fullkrug dipastikan tidak akan dipermanenkan, sementara Christian Pulisic, Christopher Nkunku, dan Santiago Gimenez bisa dilepas jika ada tawaran yang sesuai.
Situasi ini menunjukkan Milan benar-benar sedang memulai revolusi total demi membangun ulang tim dari awal.
Meski kini menjadi figur paling berpengaruh di klub, posisi Ibrahimovic tetap menuai kontroversi di kalangan suporter.
Baca Juga:Jurnalis Italia Minta AC Milan Panggil Paolo Maldini Secepatnya: Menyalahkan Pemain dan Allegri Bukan SolusiAdani Minta AC Milan Pecat Allegri: Sejak Era Sacchi dan Berlusconi, Milan Identik dengan Sepak Bola Indah
Sebelumnya, fans Milan sempat melakukan aksi protes di depan Casa Milan dan meminta Ibrahimovic ikut meninggalkan klub bersama jajaran manajemen lain.
Spanduk bertuliskan “Semua orang harus pergi, termasuk Ibra” menjadi simbol kemarahan tifosi terhadap proyek RedBird.
Namun Gerry Cardinale tampaknya tetap percaya penuh kepada Ibrahimovic untuk menjadi wajah utama era baru Milan.
Kini publik San Siro menunggu apakah keputusan besar tersebut benar-benar bisa membawa Rossoneri bangkit, atau justru menambah panjang krisis yang sedang melanda klub tujuh kali juara Eropa itu.
