Adani Minta AC Milan Pecat Allegri: Sejak Era Sacchi dan Berlusconi, Milan Identik dengan Sepak Bola Indah

Daniele Adani
Daniele Adani Foto: Tangkapan layar Instagram@leleadani
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kritik keras terhadap AC Milan terus berdatangan setelah Rossoneri gagal lolos ke Liga Champions musim 2026/2027.

Kali ini, mantan pemain Italia yang kini menjadi analis sepak bola, Lele Adani, secara terbuka meminta Milan melakukan perubahan besar, termasuk mempertimbangkan memecat Massimiliano Allegri.

Dalam program La Domenica Sportiva, Adani melontarkan kritik tajam terhadap filosofi permainan Milan musim ini.

Baca Juga:Jadi Sasaran Kemarahan Fans AC Milan, Petugas Keamanan Kawal Ibrahimovic Hingga Tempat Parkir4 Tahun Lalu Masih Main di Serie D, Fans Como Tak Percaya Timnya Lolos ke Liga Champions

Menurutnya, Rossoneri telah kehilangan identitas besar yang selama puluhan tahun melekat kuat pada klub.

Adani menilai Milan saat ini terlalu fokus mengejar hasil tanpa membangun kualitas permainan yang layak untuk klub sebesar mereka.

“Jika Anda bermain sepak bola dengan benar, peluang menang akan lebih besar. Tapi jika hanya berspekulasi dan bertahan hidup dari minggu ke minggu, cepat atau lambat Anda akan jatuh,” kata Adani.

Komentar tersebut muncul setelah Milan menutup musim dengan cara yang sangat mengecewakan.

Tim asuhan Allegri kalah 1-2 dari Cagliari di San Siro pada pekan terakhir Serie A dan gagal mengamankan tiket Liga Champions.

Padahal, Milan sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang karena Juventus juga terpeleset usai bermain 2-2 melawan Torino.

Namun kekalahan itu membuat Rossoneri disalip AS Roma dan Como yang sukses memenangkan pertandingan terakhir mereka.

Baca Juga:Di Canio Tuding AS Roma Lolos ke Liga Champions karena Bunuh Diri AC Milan dan JuventusSihir Gasperini Bawa AS Roma Kembali ke Liga Champions Setelah Absen 7 Tahun

Adani tidak hanya mengkritik hasil di lapangan, tetapi juga budaya kerja di dalam klub dan merasa tim telah kehilangan arah sejak memilih Allegri sebagai pelatih.

“Milan memilih pelatih yang dalam tujuh tahun terakhir tidak lagi menawarkan sepak bola progresif dan tidak memiliki budaya kerja yang berorientasi pada perkembangan,” ujarnya.

Ia bahkan menilai proyek besar yang dibangun manajemen tidak berjalan sesuai harapan meski klub sudah mengeluarkan dana sangat besar di bursa transfer.

“Dalam tiga tahun terakhir Milan menghabiskan 500 juta euro, termasuk 160 juta euro musim ini saja,” kata Adani.

Ia melihat besarnya investasi tersebut tidak tercermin dalam kualitas permainan tim di lapangan.

“Siapa yang bermain di lapangan? Cardinale? Moncada? Ibrahimovic? Tanggung jawab terbesar tetap ada pada pelatih yang menangani tim yang menghilang total di paruh kedua musim,” tambahnya.

0 Komentar