RADARTASIK.ID – Keberhasilan AS Roma kembali ke Liga Champions setelah tujuh tahun absen masih menjadi perbincangan hangat di Italia.
Di tengah euforia besar yang menyelimuti publik Olimpico, mantan pemain Italia Paolo Di Canio justru memberikan komentar tajam yang memancing kontroversi.Roma memastikan tiket Liga Champions usai menang 2-0 atas Hellas Verona pada pekan terakhir Serie A.
Tim asuhan Gian Piero Gasperini menutup musim di posisi ketiga klasemen setelah menjalani kebangkitan luar biasa pada paruh kedua musim.
Baca Juga:Sihir Gasperini Bawa AS Roma Kembali ke Liga Champions Setelah Absen 7 TahunComo Lolos ke Liga Champions, Fabregas: Saya Banyak Dikritik Karena Bermain Menyerang untuk Menang
Kemenangan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang Giallorossi untuk kembali tampil di kompetisi elite Eropa.
Musim ini juga terasa spesial karena terjadi pada tahun perayaan seratus tahun klub.
Namun menurut Di Canio, keberhasilan Roma tidak sepenuhnya lahir dari dominasi permainan mereka sendiri.
Ia menilai banyak rival justru “bunuh diri” dengan kehilangan poin di saat-saat krusial.
Dalam program Sky Sport, Paolo Di Canio mengakui Gian Piero Gasperini memiliki peran penting karena terus menjaga keyakinan tim hingga akhir musim.
Namun ia merasa performa Roma sebenarnya tidak terlalu meyakinkan dalam beberapa laga terakhir.
“Roma lolos ke Liga Champions juga karena faktor lain. Tim-tim pesaing melakukan harakiri,” kata Di Canio.
Baca Juga:AC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions, Allegri Tak Mau Salahkan PemainDibidik Manchester United, Tonali Calon Pemain Italia dengan Transfer Termahal Sepanjang Sejarah
Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan kegagalan Inter Milan kehilangan gelar scudetto di masa lalu akibat kesalahan sendiri.
“Gasperini memang punya jasa besar karena terus percaya sampai akhir. Ya, mereka menang lima pertandingan beruntun, tetapi dalam tiga laga terakhir tidak ada satu pun pertandingan di mana Roma benar-benar pantas menang dari sisi permainan,” ujarnya.
Menurut Di Canio, banyak orang hanya melihat hasil akhir tanpa menganalisis kualitas permainan secara detail.
“Kita hanya melihat hasilnya saja. Kalau pertandingan dianalisis lebih dalam, sebenarnya tidak ada laga yang benar-benar menunjukkan Roma bermain superior,” lanjut mantan striker Lazio tersebut.
Komentar itu langsung memancing perdebatan di media Italia. Sebagian setuju bahwa Roma memang memanfaatkan kegagalan tim-tim besar seperti Milan dan Juventus, tetapi banyak juga yang menilai kebangkitan Roma tetap layak mendapat apresiasi.
