RADARTASIK.ID – Como mencetak sejarah terbesar dalam perjalanan klub setelah memastikan tiket ke Liga Champions musim 2026/2027.
Kemenangan telak 4-1 atas Cremonese menjadi penentu keberhasilan tim asuhan Cesc Fabregas menembus kompetisi paling bergengsi di Eropa untuk pertama kalinya.
Malam terakhir Serie A berlangsung dramatis. Empat tim masih bersaing memperebutkan dua tiket tersisa menuju Liga Champions.
Baca Juga:AC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions, Allegri Tak Mau Salahkan PemainDibidik Manchester United, Tonali Calon Pemain Italia dengan Transfer Termahal Sepanjang Sejarah
Di tengah tekanan besar itu, Como justru tampil luar biasa dan berhasil mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Keberhasilan Como juga tidak lepas dari hasil buruk AC Milan yang kalah di kandang sendiri dari Cagliari.
Kombinasi hasil tersebut membuat klub asal Lombardia itu mengakhiri musim di posisi keempat klasemen dan berhak tampil di Liga Champions musim depan.
Bagi Como, pencapaian ini terasa sangat spesial. Klub yang selama bertahun-tahun lebih akrab dengan perjuangan di kasta bawah sepak bola Italia kini resmi berdiri sejajar dengan klub-klub elite Eropa.
Sementara itu, kemenangan Como sekaligus memastikan nasib pahit bagi Cremonese.
Klub berjuluk grigiorossi tersebut harus kembali terdegradasi ke Serie B hanya satu musim setelah promosi ke kasta tertinggi Italia.
Di pertandingan lain, Lecce sukses mengamankan posisi di Serie A berkat kemenangan tipis 1-0 atas Genoa.
Hasil itu membuat tim asuhan Eusebio Di Francesco selamat dari ancaman degradasi.
Baca Juga:Juventus, Inter dan AC Milan Kompak Tolak David AlabaSiapa Massimo Calvelli? Orang Kuat AC Milan yang Buat CEO Giorgio Furlani Pergi
Kesuksesan Como musim ini tidak bisa dipisahkan dari sosok Cesc Fabregas.
Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu perlahan membangun tim muda yang tampil penuh keberanian sepanjang musim.
Bahkan Fabregas sendiri mengaku masih sulit mempercayai pencapaian luar biasa tersebut.
Menurutnya, membawa Como lolos ke Liga Champions merupakan sesuatu yang terasa seperti mimpi.
“Ini emosi yang luar biasa, pencapaian yang sangat penting dan kami semua sangat bahagia,” ujar Fabregas dalam konferensi pers setelah pertandingan.
“Kami bahkan belum benar-benar sadar bahwa besok pagi kami akan bangun dengan status tim Liga Champions bersama para pemain muda ini,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Fabregas menilai keberhasilan Como bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga kemenangan untuk kota dan para pendukung klub.
