RADARTASIK.ID – Penantian panjang akhirnya berakhir. AS Roma resmi kembali ke Liga Champions setelah tujuh tahun absen dari kompetisi elite Eropa tersebut.
Kepastian itu diraih usai kemenangan meyakinkan 2-0 atas Hellas Verona pada pekan terakhir Serie A.
Gol kemenangan Giallorossi dicetak oleh Donyell Malen dan Stephan El Shaarawy dalam laga yang berlangsung penuh tekanan di Stadion Bentegodi.
Baca Juga:Como Lolos ke Liga Champions, Fabregas: Saya Banyak Dikritik Karena Bermain Menyerang untuk MenangAC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions, Allegri Tak Mau Salahkan Pemain
Tambahan tiga poin membuat Roma finis di posisi ketiga klasemen sekaligus menembus angka 70 poin untuk pertama kalinya sejak musim 2017/2018 era Eusebio Di Francesco.
Keberhasilan ini terasa semakin spesial karena datang tepat pada tahun perayaan seratus tahun klub.
Namun di balik pencapaian besar tersebut, ada satu sosok yang dianggap menjadi otak utama kebangkitan Roma, yakni Gian Piero Gasperini.
Revolusi Gasperini Ubah Wajah Roma
Kembalinya Roma ke Liga Champions bukanlah keberuntungan semata. Semua dianggap sebagai hasil dari revolusi besar yang dibangun Gasperini sejak pertama kali datang ke Olimpico.
Pelatih asal Italia itu mengambil alih tim yang dalam beberapa musim terakhir hanya berkutat di kompetisi Eropa level kedua.
Meski sempat meraih trofi UEFA Conference League pada 2022, Roma tetap belum mampu kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Gasperini kemudian membawa perubahan besar, terutama dari sisi mentalitas dan mengubah keraguan publik menjadi energi positif dengan gaya permainan agresif, intens, dan penuh keberanian.
Baca Juga:Dibidik Manchester United, Tonali Calon Pemain Italia dengan Transfer Termahal Sepanjang SejarahJuventus, Inter dan AC Milan Kompak Tolak David Alaba
Perjalanan Roma sepanjang musim pun berlangsung seperti grafik yang terus menanjak.
Gasperini sukses menghidupkan kembali performa pemain senior sekaligus memaksimalkan kontribusi pemain baru.
Kehadiran Donyell Malen menjadi salah satu faktor penting dalam kebangkitan Roma.
Serangan Giallorossi menjadi jauh lebih tajam, sementara lini belakang tampil sangat solid dan sulit ditembus.
Banyak media Italia menyebut Gasperini bukan hanya membangun tim, tetapi juga membangun kembali budaya sepak bola Roma sebagai klub besar Eropa.
Samai Rekor Legendaris Nils Liedholm
Kemenangan atas Verona juga membawa Gasperini masuk ke jajaran elite pelatih Serie A.
Tambahan poin dari laga tersebut membuatnya menyamai catatan legendaris Nils Liedholm dengan 1.037 poin di Serie A.
