Catatan itu menempatkan Gasperini di posisi kelima daftar pelatih dengan poin terbanyak sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi Italia.
Tak hanya itu, Gasperini juga berhasil menyamai catatan Claudio Ranieri yang sempat membawa Roma meraih lima kemenangan beruntun pada awal 2025.
Di bawah arahannya, pertahanan Roma berubah menjadi salah satu yang terbaik di Serie A.
Baca Juga:Como Lolos ke Liga Champions, Fabregas: Saya Banyak Dikritik Karena Bermain Menyerang untuk MenangAC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions, Allegri Tak Mau Salahkan Pemain
Clean sheet melawan Verona menjadi yang ketiga secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali dicapai Roma pada periode 1986 hingga 1989.
Meski Verona sudah dipastikan terdegradasi, pertandingan tidak berjalan mudah bagi Roma. Tuan rumah tetap memberikan perlawanan sengit sepanjang laga.
Pada babak pertama, kiper Mile Svilar menjadi penyelamat Roma lewat sejumlah penyelamatan penting yang menggagalkan peluang Verona.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Malen membuka keunggulan setelah memanfaatkan bola rebound hasil penyelamatan penalti Lorenzo Montipo.
Paulo Dybala menjadi sosok penting dalam proses gol tersebut karena dengan cepat merebut bola dan mengirim umpan matang kepada Malen.
Drama belum selesai. Saat Verona terus menekan di akhir laga, Roma justru memastikan kemenangan lewat serangan balik cepat.
Dybala kembali menunjukkan kelasnya dengan memberikan assist tumit yang spektakuler kepada Stephan El Shaarawy.
Baca Juga:Dibidik Manchester United, Tonali Calon Pemain Italia dengan Transfer Termahal Sepanjang SejarahJuventus, Inter dan AC Milan Kompak Tolak David Alaba
Dengan tenang, El Shaarawy menaklukkan Montipo dan mencetak gol kedua Roma.
Gol tersebut terasa emosional karena menjadi penutup manis perjalanan El Shaarawy bersama Roma.
Gasperini: Roma Sudah Tumbuh Jadi Tim Besar
Usai pertandingan, Gasperini mengaku bangga dengan perjuangan timnya sepanjang musim.
“Ini malam yang luar biasa. Pertandingannya sulit karena Verona bermain sangat baik. Kami sempat kesulitan, terutama saat unggul jumlah pemain,” kata Gasperini kepada DAZN.
Menurutnya, titik tersulit musim ini terjadi setelah kekalahan dari Inter Milan. Namun setelah itu, Roma perlahan berkembang menjadi tim yang percaya diri menghadapi siapa pun.
“Kami mulai merasa berkembang dan yakin bisa bersaing. Kehadiran Malen memberi peningkatan kualitas besar untuk tim,” ujarnya.
Gasperini juga memuji mentalitas para pemain yang tetap tampil maksimal meski beberapa pemain penting mengalami cedera.
