Jadi Sasaran Kemarahan Fans AC Milan, Petugas Keamanan Kawal Ibrahimovic Hingga Tempat Parkir

Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Musim buruk AC Milan ditutup dengan suasana penuh kemarahan di San Siro.

Kegagalan lolos ke Liga Champions membuat atmosfer stadion berubah panas, bahkan Zlatan Ibrahimovic harus mendapat pengawalan petugas keamanan saat meninggalkan tribun menuju area parkir.

Rossoneri menelan kekalahan menyakitkan 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Serie A.

Baca Juga:4 Tahun Lalu Masih Main di Serie D, Fans Como Tak Percaya Timnya Lolos ke Liga ChampionsDi Canio Tuding AS Roma Lolos ke Liga Champions karena Bunuh Diri AC Milan dan Juventus

Hasil tersebut sekaligus memastikan tim asuhan Massimiliano Allegri finis di posisi kelima klasemen dan gagal tampil di Liga Champions musim 2026/2027.

Kegagalan itu terasa semakin pahit karena di pertandingan lain Juventus hanya bermain imbang 2-2 melawan Torino dalam Derby della Mole.

Artinya, Milan sebenarnya hanya membutuhkan hasil seri melawan Cagliari untuk mengamankan tiket Liga Champions.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Setelah sempat unggul lebih dulu melalui Alexis Saelemaekers, Milan kehilangan kendali permainan dan kebobolan dua gol balasan di depan pendukung sendiri.

Akibat hasil tersebut, Como dan AS Roma berhasil merebut dua tiket terakhir menuju Liga Champions. Sementara Milan harus puas turun ke Liga Europa.

Menurut data Opta, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah AC Milan finis di luar empat besar Serie A setelah mengumpulkan 70 poin dalam sistem kemenangan tiga poin.

Kekecewaan besar langsung terasa di San Siro sejak menit-menit akhir pertandingan. Curva Sud yang sepanjang laga terus memberikan dukungan akhirnya meluapkan kemarahan mereka.

Baca Juga:Sihir Gasperini Bawa AS Roma Kembali ke Liga Champions Setelah Absen 7 TahunComo Lolos ke Liga Champions, Fabregas: Saya Banyak Dikritik Karena Bermain Menyerang untuk Menang

Saat waktu tambahan berjalan dan harapan lolos ke Liga Champions semakin hilang, ribuan tifosi mulai meneriakkan chant bernada protes kepada para pemain dan manajemen klub.

“Kalian telah membuat kami marah!” teriak para ultras Milan.

Tidak lama kemudian muncul nyanyian lain yang lebih keras dan tajam.

“Kalian adalah 11 idiot!”

Chant tersebut menjadi sindiran terhadap slogan lama “Kami ingin 11 singa” yang selama ini identik dengan semangat juang Rossoneri.

Kemarahan suporter tidak berhenti kepada para pemain saja. Curva Sud juga kembali menyerang pemilik klub dan jajaran manajemen.

“Klub ini tidak pantas untuk kami!” dan “Cardinale, jual klub ini dan pergi!” bergema di seluruh stadion.

0 Komentar