Jurnalis Italia: AC Milan Lebih Punya Peluang Raih Scudetto Tanpa Rafael Leao

Rafael Leao
Rafael Leao Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari jurnalis Italia, Simone Eterno.

Dalam editorialnya di Calciomercato, ia menilai AC Milan justru memiliki peluang lebih besar untuk meraih Scudetto ketika tidak memainkan Rafael Leão.

Pernyataan itu tentu memancing perdebatan besar di kalangan tifosi Rossoneri. Sebab Leao selama ini dianggap sebagai pemain paling berbakat dan simbol proyek masa depan Milan.

Namun data statistik musim ini menghadirkan fakta yang sulit diabaikan.

Baca Juga:Dongeng dari Jerman, SV Elversberg Cetak Sejarah Promosi ke BundesligaCardinale Turun Gunung, Revolusi di AC Milan Mulai Terlihat

Menurut Eterno, Milan memainkan sembilan pertandingan Serie A tanpa Leao musim ini. Hasilnya sangat mengejutkan: tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.

Artinya, Rossoneri meraih 22 poin dari total 27 poin yang tersedia tanpa kehadiran winger Portugal tersebut.

Rata-rata poin mereka mencapai 2,44 per pertandingan, angka yang identik dengan laju tim calon juara.

“Ini bukan tulisan anti-Leao,” tulis Eterno dalam editorialnya.

“Namun ada paradoks yang menarik. Apakah sebuah tim bisa tampil lebih efektif tanpa pemain terbaiknya? Dalam kasus Milan musim ini, jawabannya tampaknya iya,” bebernya.

Kemenangan Milan tanpa Leao datang saat menghadapi Lecce, Bologna, Udinese, Verona, Torino, Genoa, hingga Bologna pada pertemuan lainnya.

Satu-satunya kekalahan terjadi saat melawan Cremonese, sementara hasil imbang diraih ketika menghadapi Sassuolo.

Catatan tersebut membuat banyak pihak mulai mempertanyakan ketergantungan Milan terhadap Leao selama beberapa musim terakhir.

Baca Juga:Juventus Terancam Gagal ke Liga Champions, Spalletti Dinilai Lebih Buruk dari Igor TudorRayakan Scudetto, Thuram Bawa Spanduk Fans Inter Milan Balas Ejekan Ambrosini Tahun 2007 Silam

Meski begitu, Eterno menegaskan masalah utama bukan terletak pada kualitas Leao sebagai pemain.

Menurutnya, akar persoalan justru berasal dari pendekatan taktik pelatih Massimiliano Allegri yang dianggap gagal menemukan posisi ideal bagi sang pemain.

Sepanjang musim ini, Allegri beberapa kali mencoba memainkan Leao lebih dekat ke kotak penalti lawan.

Winger Portugal itu sering ditempatkan seperti penyerang tengah modern dalam sistem permainan Milan.

Namun eksperimen tersebut dianggap gagal total.

Eterno menilai Leao bukan tipe striker murni yang nyaman bermain membelakangi gawang atau menunggu bola di area penalti.

Kekuatan terbesar Leao justru terletak pada kecepatannya di ruang terbuka, kemampuan duel satu lawan satu di sisi lapangan, serta kebebasan bergerak tanpa terlalu banyak batasan taktik.

0 Komentar