Jurnalis Italia: AC Milan Lebih Punya Peluang Raih Scudetto Tanpa Rafael Leao

Rafael Leao
Rafael Leao Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

“Leao berkembang dalam kebebasan dan ruang terbuka. Ketika ia dipaksa bermain lebih sentral, Milan justru kehilangan karakter terbaiknya,” tulis Eterno.

Ia menyebut upaya Allegri mengubah Leao menjadi “penyerang penalti” malah membatasi insting alami sang pemain.

Alih-alih membuat Milan lebih tajam, perubahan peran itu justru membuat performa tim menjadi tidak stabil sepanjang musim.

Baca Juga:Dongeng dari Jerman, SV Elversberg Cetak Sejarah Promosi ke BundesligaCardinale Turun Gunung, Revolusi di AC Milan Mulai Terlihat

Eksperimen Allegri terhadap Leao disebut muncul karena Milan tidak pernah benar-benar menemukan striker ideal musim ini.

Santiago Giménez kesulitan tampil konsisten akibat cedera panjang. Sementara Christian Pulisic sempat tampil tajam di awal musim sebelum performanya menurun drastis.

Nama lain seperti Christopher Nkunku dan Niclas Füllkrug juga dianggap bukan tipikal penyerang utama yang diinginkan Allegri.

Karena itulah Leao akhirnya terus dipaksa mengisi area tengah. Namun hasil akhirnya justru kontraproduktif bagi tim maupun pemain.

Performa inkonsisten musim ini juga membuat nilai pasar Leao menjadi sorotan.

Jika sebelumnya klausul pelepasan Leao mencapai 175 juta euro atau sekitar Rp2,97 triliun, kini banyak pihak meragukan apakah Milan masih bisa mendapatkan angka sebesar itu.

Eterno bahkan menilai harga realistis Leao saat ini mungkin hanya sepertiga dari nilai klausulnya.

Baca Juga:Juventus Terancam Gagal ke Liga Champions, Spalletti Dinilai Lebih Buruk dari Igor TudorRayakan Scudetto, Thuram Bawa Spanduk Fans Inter Milan Balas Ejekan Ambrosini Tahun 2007 Silam

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar di internal Milan: apakah Rossoneri masih harus membangun tim di sekitar Leao, atau justru mulai mempertimbangkan penjualan besar pada musim panas mendatang?

Meski statistik tanpa Leao terlihat impresif, Eterno menegaskan bahwa Milan tetap tidak boleh menyia-nyiakan pemain dengan bakat sebesar itu.

Menurutnya, tugas terbesar Allegri musim depan adalah menemukan sistem yang mampu memaksimalkan kualitas Leao tanpa menghilangkan identitas aslinya.

Sebab pada akhirnya, pemain seperti Leao tetap merupakan aset langka di Serie A.

“Tim besar tidak membuang pemain hebat. Mereka mencari cara agar pemain itu bisa menyatu dengan sistem,” tulis Eterno.

Kini, Milan menghadapi dilema besar menjelang musim baru. Statistik menunjukkan mereka lebih stabil tanpa Leao, tetapi kualitas individu sang pemain tetap sulit tergantikan.

0 Komentar