TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Turnamen Karate Tasik Open 2026 di GOR Sukapura Tasikmalaya, Sabtu-Minggu (16-17/5/2026), bukan sekadar ajang perebutan medali.
Kejuaraan yang digelar FORKI Kota Tasikmalaya itu menjadi ruang baru bagi atlet muda menyalurkan kemampuan di tengah minimnya kompetisi pelajar.
Ketua FORKI Kota Tasikmalaya Yuki Wahyuki mengatakan, Karate Tasik Open 2026 merupakan seri pertama yang masuk kalender tahunan organisasi.
Dalam setahun, FORKI Kota Tasikmalaya menargetkan dua agenda kejuaraan terbuka.
Baca Juga:Ultah Viman di Tanah Suci, Doa dan Dukungan Mengalir dari TasikmalayaHarga Sapi Qurban di Tasikmalaya Naik 30 Persen, Stok Malah Sudah Dibooking
“Alhamdulillah kami bisa menyelenggarakan Kejuaraan FORKI Open Kota Tasikmalaya 2026 ini. Ini seri pertama dan ke depan rencananya akan ada seri-seri lainnya,” ujar Yuki Wahyuki kepada Radar, Minggu (17/5/2026).
Menurut dia, selain kejuaraan umum, FORKI juga tengah menyiapkan turnamen antarpelajar terbuka.
Langkah itu dilakukan setelah ajang O2SN untuk cabang karate ditiadakan, sehingga banyak atlet muda kehilangan panggung kompetisi.
“Kasihan anak-anak didik sekarang O2SN ditiadakan. Jadi tidak ada wadah untuk menyalurkan hasil latihan mereka. Karena itu kami ingin membuat kejuaraan antarpelajar terbuka,” katanya.
Turnamen Karate Tasik Open 2026 diikuti 395 peserta dari berbagai daerah dan perguruan karate.
Total ada 433 kelas pertandingan yang terbagi dalam kategori prestasi dan festival pemula.
Enam perguruan karate turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, yakni Inkai, Inkanas, Inkado, Keshinkan, BKC dan Budokai.
Baca Juga:Diky Candra Dirawat, Istri Turun Tangan Resmikan Usaha Warga di TasikmalayaKasus Dugaan Asusila Pedagang Bakso di Tasikmalaya Masuk Babak Baru
Atmosfer kompetisi di GOR Sukapura pun terasa semarak. Tatami tak hanya menjadi arena adu teknik, tetapi juga tempat lahirnya harapan baru bagi karate Kota Tasikmalaya.
Yuki menjelaskan, panitia menyiapkan berbagai penghargaan mulai dari medali, juara umum, piala bergilir hingga kategori best of the best yang mempertemukan para juara pertama.
“Semua juara satu dipertandingkan lagi untuk mencari best of the best,” ujarnya.
Hari kemarin pertandingan difokuskan untuk kelas prestasi, sedangkan hari ini khusus kategori festival pemula.
FORKI berharap ajang tersebut menjadi langkah awal membangun regenerasi atlet karate Kota Tasikmalaya agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Di tengah derasnya kompetisi olahraga modern, karate di Tasikmalaya tampaknya memilih tetap menapak lewat pembinaan.
