Wisatawan Asal Garut Meninggal Setelah Terseret Ombak di Pantai Madasari Pangandaran

Pantai madasari pangandaran
Gambar cuplikan video detik-detik sebelum wisatawan asal Garut terseret di Pantai Madasari Pangandaran, Jumat (16/6/2026)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Seorang wisatawan asal Dayeuh Handap, Desa Kota Kulon, Kabupaten Garut, bernama Siti Atika (58), meninggal dunia setelah terseret ombak di Pantai Madasari, tepatnya di Blok Karang Seugeuh, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Jumat (15/5/2026).

Peristiwa naas itu terjadi saat korban bersama keluarganya tengah mencari lokasi untuk berswafoto di area karang Pantai Madasari sekitar pukul 07:00. Saat itu, korban disebut berdiri terlalu ke tengah hingga akhirnya diterjang ombak besar.

Plt Kasi Humas Polres Pangandaran AIPTU Yusdiana membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa korban datang ke Pantai Madasari bersama keluarganya untuk berlibur.

Baca Juga:Butuh Rp345 Juta Perbulan Untuk Gaji Sukwan DLH Kota Tasikmalaya, Bukan Masalah Kalau PAD OptimalInovasi Parkir Dishub Kota Tasikmalaya Terancam Rontok, Ada Wacana Sistem Berlangganan se-Jawa Barat

“Kejadiannya itu tadi pagi, saat sekeluarga wisatawan Garut mencari spot untuk berfoto, ibu-ibu atau korban diam diatas karang tiba-tiba saja ombak datang, yang pertama kali berhasil pegang batu, namun ombak kedua terlalu besar sehingga menyeret korban ke tengah,” ungkapnya Jumat.

Ia menjelaskan, korban sempat hilang terbawa arus sebelum akhirnya terseret kembali ke bibir pantai. Saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong ketika dalam perjalanan menuju Puskesmas Cimerak.

“Korban dinyatakan meninggal dunia di perjalanan menuju Puskesmas Cimerak,” katanya.

Ia menambahkan, saat kejadian kondisi gelombang di kawasan Pantai Madasari, khususnya di Blok Karang Seugeuh, sedang pasang. Selain itu, lokasi tersebut juga termasuk area larangan berenang karena dinilai berbahaya bagi wisatawan.

“Saat dinyatakan meninggal dunia, keluarga korban enggan melakukan otopsi dan akan melanjutkan membawanya ke Garut untuk dikebumikan,” katanya.

Pihak kepolisian pun mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika ombak sedang tinggi. Pengunjung diminta mematuhi tanda larangan berenang dan tidak bermain terlalu ke tengah demi menghindari kejadian serupa.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar