Jurnalis Italia: Petinggi AC Milan Singkirkan Boban dan Maldini Karena Haus Keuntungan

Paolo Maldini
Paolo Maldini Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Tak hanya itu, ia juga menyinggung kemungkinan Igli Tare dan Allegri mengalami nasib serupa jika situasi internal klub tidak berubah.

“Zvonimir Boban pergi. Paolo Maldini pergi. Frederic Massara pergi. Bahkan Igli Tare dan Allegri juga bisa saja segera menyusul keluar,” tulis Biasin.

“Semua adalah profesional yang menempatkan ambisi dan hasrat untuk menang di atas segalanya. Namun justru karena itulah mereka disingkirkan. Gila dan sulit dipahami,” kecamnya.

Ia juga mengkritik kebijakan transfer Milan yang dinilai terlalu reaktif.

Baca Juga:Bonucci Ramal AC Milan Sulit Lolos ke Liga Champions: Juventus dan Como Punya Peluang LebihUsai Ribut dengan Neymar, Inter Milan Pantau Robinho Jr

Menurutnya, klub sebesar Milan seharusnya memiliki perencanaan matang untuk membangun skuad, terutama dalam mencari striker tajam.

Biasin menegaskan penyerang kelas dunia tidak bisa direkrut secara mendadak pada akhir bursa transfer ketika pilihan pemain sudah sangat terbatas.

“Pada Juli atau Agustus pasar biasanya hanya menyisakan sisa-sisa. Dan dengan sisa-sisa, Anda tidak bisa membuat hidangan besar,” sindirnya.

Meski begitu, Biasin tetap melihat peluang Milan untuk bangkit jika manajemen bersedia mengubah pendekatan mereka.

Ia menyebut perubahan pola pikir jauh lebih penting dibanding sekadar mengganti pelatih atau direktur olahraga.

Nama Tony D’Amico bahkan disebut-sebut bisa datang dari Atalanta untuk memperkuat struktur klub.

Namun bagi Biasin, siapa pun sosok yang datang tidak akan banyak berarti jika filosofi klub tetap sama.

Baca Juga:AC Milan Runtuh, Allegri Kembali Duduk di Kursi TerdakwaJurnalis Italia: Juventus Wajib Punya Mata Harimau untuk Lolos ke Liga Champions

Bagi jurnalis Italia itu, Milan membutuhkan lebih dari sekadar laporan keuangan sehat.

Rossoneri membutuhkan kembali rasa lapar untuk menang yang dulu membuat mereka menjadi salah satu klub paling ditakuti di Eropa.

0 Komentar