Menurutnya, kawasan Dadaha dan sekitar SD Nagawangi sudah terlihat lebih bersih dibanding beberapa hari sebelumnya.
“Artinya ada keseriusan dari DLH. Tinggal sekarang keseriusan itu harus diimbangi anggaran yang mumpuni,” ujarnya.
Ia menegaskan solusi utama persoalan sampah di Kota Tasikmalaya tetap berada pada penambahan armada dan sumber daya manusia, yang otomatis membutuhkan tambahan anggaran.
Baca Juga:Retribusi Pasar Cikurubuk Naik, Aroma Nepotisme dan Kios Ganda DisorotPengacara Senior Tasik Jadi Tersangka, Dalih Spontan Kini Berbalik Tekanan
“Kalau armada ditambah, SDM ditambah, ya anggaran juga harus ditambah. Jangan setengah-setengah,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, DLH Kota Tasikmalaya mengakui penumpukan sampah di sejumlah titik dipicu kondisi armada tua dan tingginya volume sampah domestik.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya Fery Arif Maulana mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan 10 armada dan satu alat berat untuk mempercepat pengangkutan sampah di sejumlah titik prioritas seperti Pasar Cikurubuk, Dadaha dan Pasar Lama.
Selain itu, Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra juga mengakui sempat terjadi gangguan layanan pengangkutan akibat aksi mogok kerja petugas kebersihan selama dua hingga tiga hari. (rezza rizaldi)
