Sandro Sabatini: Napoli Conte Punya Mimpi Buruk yang Sama dengan AC Milan Allegri

Antonio Conte
Antonio Conte Foto: Tangkapan layar Instagram@officialsscnapoli
0 Komentar

Meski belum dipastikan menjadi starter utama musim depan, Alisson diyakini akan tetap menjadi bagian penting dalam skuad Napoli.

Sabatini juga mengisyaratkan bahwa masa depan Andre-Frank Zambo Anguissa di Napoli mulai mendekati akhir.

Setelah membantu klub meraih dua Scudetto, performanya kini dianggap mengalami penurunan drastis.

Baca Juga:Jurnalis Italia Ramal AC Milan Sulit Lolos ke Liga Champions3 Faktor yang Buat Real Madrid Runtuh Musim Ini: Pertama Ruang Ganti Penuh Konflik

Hal yang sama disebut terjadi pada Romelu Lukaku. Penyerang Belgia itu dinilai tinggal menunggu akhir musim sebelum menutup petualangannya di Napoli dan fokus menuju Piala Dunia.

Walaupun begitu, Napoli masih berada di jalur aman untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Namun kekalahan dari Bologna membuat mereka belum mengunci tiket secara matematis. Situasi ini membuat Napoli harus menjalani pekan terakhir dengan tekanan besar.

Sabatini menyebut persaingan menuju Liga Champions kini menjadi “siang penuh api” bagi beberapa pelatih besar seperti Luciano Spalletti, Allegri, hingga Gian Piero Gasperini.

Nama Conte dan Cesc Fabregas juga ikut masuk dalam persaingan sengit perebutan tiga tiket tersisa.

Menurut Sabatini, Conte sebenarnya sudah menjalankan tugasnya dengan cukup baik karena Napoli hampir pasti finis di posisi kedua.

Meski belum memuaskan, pencapaian itu tetap lebih baik dibanding musim buruk Napoli setelah meraih Scudetto ketiga dua tahun lalu.

Baca Juga:Sandro Sabatini: AC Milan Sudah TamatPertama dalam Sejarah, Barcelona Raih Gelar Liga Spanyol dengan Mengalahkan Real Madrid

Namun, ia menegaskan bahwa penurunan performa di akhir musim tetap menjadi alarm serius.

Napoli hanya meraih satu kemenangan dalam beberapa laga terakhir, yakni melawan US Cremonese.

Selebihnya, mereka bermain imbang melawan Parma dan Como serta kalah dari Lazio dan Bologna.

Sabatini pun menutup tulisannya dengan sindiran tajam: Setelah mimpi Scudetto berakhir, Milan dan Napoli kini justru seperti berlomba menuju mimpi buruk yang sama: kehancuran performa di akhir musim.

0 Komentar