Menurutnya, pengelolaan sampah modern tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja hingga membantu penyediaan energi alternatif.
“Sampah jangan terus dipandang sebagai ancaman. Kalau dikelola serius, justru bisa menjadi peluang ekonomi,” tegasnya.
Ade juga mengajak mahasiswa dan masyarakat tidak hanya sibuk mengkritik pemerintah melalui aksi demonstrasi.
Baca Juga:287 Rekomendasi DPRD untuk Pemkot Tasikmalaya, Evaluasi LKPJ Jangan Sekadar FormalitasProf Aripin Resmi Jadi Calon Rektor Baru Unsil, Terpilih Secara Mufakat
Ia mendorong lahirnya ruang adu gagasan dan inovasi untuk mencari solusi persoalan sampah yang kini semakin mendesak.
“Daripada demo destruktif, lebih baik bikin mimbar bebas adu ide dan solusi. Kota ini butuh pemikiran, bukan sekadar teriakan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengakui sempat terjadi gangguan layanan pengangkutan sampah akibat aksi mogok kerja petugas selama dua hingga tiga hari.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Wahid menilai persoalan sampah terus berulang karena minim inovasi, keterbatasan armada dan lemahnya perhatian terhadap kesejahteraan petugas pengangkut sampah.
Anggota DPRD Kota Tasikmalaya periode 2019-2024 Muhammad Rijal AR Sutadiredja bahkan menyebut Kota Tasikmalaya sudah memasuki kondisi darurat sampah dan perlu langkah luar biasa berbasis teknologi pengolahan modern. (rezza rizaldi)
