Curva Sud Tuding Furlani Hancurkan Tim Scudetto AC Milan: Mereka Menginjak-injak Sejarah Milan

Giorgio Furlani
Giorgio Furlani Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

“Kami melihat pemain-pemain memalukan datang akibat bursa transfer yang dikelola oleh orang-orang tidak kompeten,” tegas mereka.

Para ultras sebenarnya sempat berharap ada perubahan ketika Milan menunjuk Igli Tare dan kembali mempercayai Allegri.

Namun mereka kecewa karena manajemen dianggap terus ikut campur dalam urusan teknis tim.

Baca Juga:Protes Curva Sud AC Milan di San Siro: Usir Furlani dan Nyanyikan Lagu untuk Paolo MaldiniAC Milan Terancam Gagal Lolos ke Liga Champions, Paolo Di Canio: Tim Tak Punya Identitas

“Ketika kami berharap klub belajar dari kesalahan masa lalu dengan memilih figur kompeten seperti Igli Tare dan Max Allegri, kami justru melihat intervensi terus-menerus dalam perekrutan pemain dan pengelolaan tim,” tulis Curva Sud.

Mereka juga menuding manajemen terlalu fokus pada neraca keuangan dibanding ambisi olahraga.

“Klub ambisius seharusnya mendukung permintaan pelatih dan direktur olahraga pada bursa transfer Januari. Tapi sekali lagi, Furlani hanya memikirkan kepentingan ekonomi,” bunyi kritik tersebut.

Curva Sud bahkan menyebut target terbesar manajemen Milan saat ini hanyalah lolos ke Liga Champions demi pemasukan finansial.

“Masalahnya, bagi Giorgio Furlani, Gerry Cardinale, dan Paolo Scaroni, target terbesar tampaknya hanyalah finis di zona Liga Champions untuk mendapatkan uang dari UEFA,” tulis mereka.

Aksi protes berlanjut menjelang pertandingan dimulai.

Ribuan ultras melakukan long march menuju stadion sambil membawa spanduk bertuliskan “Furlani Vattene” atau “Furlani Pergi”. Chant bernada kecaman terus menggema di sekitar San Siro.

Saat para pemain memasuki lapangan, Curva Sud kembali membuat koreografi menggunakan cahaya lampu ponsel bertuliskan “GF Out”, yang merujuk pada inisial Giorgio Furlani.

Baca Juga:Ederson Selangkah Lagi Gabung Manchester United, Charles De Ketelaere Setuju Pindah ke MunchenPetinggi AC Milan Tak Kompak Rekrut Lewandowski: Sebagian Setuju, Sebagian Menolak

Bukan hanya manajemen yang mendapat tekanan. Para pemain Milan juga menjadi sasaran kritik akibat performa buruk tim dalam beberapa laga terakhir.

Kapten tim Mike Maignan ikut disindir karena dianggap gagal menunjukkan kepemimpinan setelah kekalahan dari Sassuolo pada laga sebelumnya.

“Kami selalu ada dalam suka maupun duka. Kami ingin para pemain, terutama kapten, juga berani menerima siulan ketika tampil buruk, bukan hanya datang menerima tepuk tangan saat menang,” tulis Curva Sud.

Situasi semakin memanas ketika Atalanta yang menang dengan skor 3-2 mencetak gol demi gol ke gawang Milan.

0 Komentar