Warga Ciamis Olah Limbah Dapur Jadi Kompos Lewat Program Sikompos

SIKOMPOS PLP FKIP EDU
Para mahasiswa PLP FKIP Unsil foto bersama para kader usai memberikan sosialisasi edukasi terkait program Sikompos. (IST)
0 Komentar

Salah satu kader PKK Desa Bangbayang, Maya Rahmayati, mengungkapkan bahwa metode tersebut memberikan alternatif baru dalam mengelola limbah dapur tanpa harus bergantung pada sistem pengangkutan sampah. Ia juga menilai pendekatan yang digunakan cukup sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

“Prosesnya relatif mudah karena menggunakan peralatan yang ada di sekitar kita. Semoga bisa diteruskan kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat keberlanjutan, tim penyelenggara turut menyediakan media edukasi berupa video tutorial. Materi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengingat tahapan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran mandiri yang dapat diakses kapan saja oleh masyarakat.

Baca Juga:Bea Cukai Jabar Sita 2 Juta Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung PadjajaranMAN 1 Tasikmalaya Berjaya di Olimpiade PPKN Ke-IX 2026 Tingkat Nasional

Para mahasiswa menilai keberlanjutan program menjadi tantangan utama dalam implementasi Sikompos di masyarakat. Tanpa keterlibatan aktif warga, kegiatan dinilai berisiko berhenti setelah pelatihan selesai.

Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya peran kader PKK sebagai penggerak sekaligus penjaga konsistensi praktik di tingkat komunitas.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Kabupaten Ciamis, Erma Yulian Agustina SIP MH, menilai program Sikompos tidak hanya memberikan manfaat dalam pengelolaan sampah organik, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan di tingkat masyarakat.

Ia memandang inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Kegiatan ini juga mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga secara berkelanjutan,” ujarnya. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar