TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) berencana membuka Program Studi Haji dan Umroh pada tahun akademik 2026/2027.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan bidang keilmuan keislaman sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umroh.
Rektor Umtas, Neni Nuraeni MKep Ns Sp Kep Mat, mengungkapkan bahwa rencana pembukaan program studi itu muncul setelah pihak kampus melihat adanya perkembangan baru dalam tata kelola penyelenggaraan haji dan umroh di Indonesia.
Baca Juga:MAN 1 Tasikmalaya Berjaya di Olimpiade PPKN Ke-IX 2026 Tingkat NasionalEmpat Korban Penyiraman Air Keras Masuk Ruang Operasi RSUD dr Soekardjo Kota Tasik, dr Titie Jelaskan Kondisi
Menurutnya, pemisahan urusan haji dan umroh dari Kementerian Agama menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan tenaga profesional di bidang tersebut semakin terbuka.
“Itu ternyata minatnya ketika kita analisis kepada calon-calon, itu besar, peminatnya banyak sehingga kita mengusulkan untuk pembukaan Haji dan Umroh,” ujar Neni.
Melihat potensi tersebut, Umtas pun mulai mengusulkan pembukaan program studi baru agar dapat menerima mahasiswa pada tahun akademik mendatang. Saat ini, pihak kampus masih menunggu terbitnya surat keputusan (SK) resmi sebagai dasar operasional program studi tersebut.
“Mudah-mudahan SK-nya bisa segera keluar karena kami juga berpacu dengan tahun ajaran baru 2026/2027,” katanya.
Selain menyiapkan legalitas program studi, kampus juga mulai memetakan target penerimaan mahasiswa baru. Pada tahap awal, Umtas menargetkan sedikitnya 24 hingga 25 mahasiswa sebagai batas minimal untuk mendukung operasional perkuliahan, meski optimistis jumlah peminat akan melampaui target tersebut.
Tak hanya berhenti pada pembukaan program studi baru, pengembangan ini juga akan diikuti dengan pembentukan Fakultas Agama Islam di lingkungan Umtas. Nantinya, kata Neni, program studi berbasis keislaman yang saat ini masih berada di bawah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan dipisahkan ke dalam fakultas tersendiri.
“Untuk Haji dan Umroh kita akan membentuk fakultas Agama Islam karena saat ini ada prodi Agama Islam yang masih dibawahnya FKIP. Nah, nanti mah akan berpisah,” ujar Neni. (Fitriah Widayanti)
