TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suasana ruang rawat inap Melati 4 kamar 4.8 RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Selasa (5/5/2026) pagi, tampak sibuk. Sejumlah tenaga medis melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap korban penyiraman air keras di Manonjaya.
Di sudut kamar pasien, beberapa anggota keluarga menunggu dengan cemas. Sesekali mereka berkomunikasi dengan petugas untuk mengetahui perkembangan kondisi anggota keluarganya.
Peristiwa ini bermula dari penyiraman air keras di sebuah gudang konveksi di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5/2026) malam. Pelakunya berinisial De (29), seorang mantan kurir ekspedisi yang dulu kerap melakukan penjemputan barang ke gudang konveksi tersebut.
Baca Juga:Diduga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Enam Orang Masuk RSUD dr Sokardjo TasikmalayaAnggaran dengan Menu Misterius!
Sekitar 15 orang menjadi sasaran, dengan 10 di antaranya mengalami luka serius dan membutuhkan penanganan medis. Enam korban dirujuk ke RSUD dr Soekardjo, sedangkan lainnya ditangani di Puskesmas Cibeureum.
Dari enam korban yang dirawat di RSUD, empat orang menjalani perawatan intensif akibat luka bakar cukup luas di sejumlah bagian tubuh seperti wajah, leher, hingga punggung.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soekardjo, dr Titie Purwaningsari, mengatakan para korban tiba dalam kondisi darurat pada Senin malam.
“Iya, kebetulan itu masuk tadi malam ya, sore menjelang Isya, ada enam orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan dua korban hanya mengalami luka ringan karena terkena percikan cairan.
“Tapi kalau yang empat, itu lukanya lebih dari 30% lah, luas ke muka, tangan, kaki, badan, sehingga harus rawat inap. Jadi empat orang dirawat inap di Melati 4 di kamar 4.8,” jelasnya.
Selasa pagi, keempat korban langsung menjalani tindakan medis di ruang operasi untuk pembersihan luka secara menyeluruh.
Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi
“Nah, pagi ini empat orangnya semua masuk ke ruang operasi untuk dilakukan debridement luka. Kenapa masuk ruang operasi? Karena harus dilakukan proses yang steril, yang bersih, dan dibius karena sakit,” dr Titie.
Menurutnya, luka akibat cairan kimia berisiko tinggi menyebabkan kerusakan jaringan kulit.
Jika paparan menembus beberapa lapisan, dampaknya bisa permanen dan memerlukan tindakan lanjutan.
“Kalau kerusakannya sudah mencapai lebih dari tiga lapisan kulit, saya rasa permanen, sehingga harus sedikit bantuan operasi plastik kayaknya ya,” pungkasnya.
