TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPM-PTSP-TK) Kabupaten Tasikmalaya melalui Bidang Ketenagakerjaan menggelar sosialisasi tentang Mewujudkan Hubungan Industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di Ballroom Hotel Al-Hambra, Singaparna, Senin (4/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut hadir peserta dari kalangan pengusaha, serikat buruh, serikat pekerja, BPJS ketenagakerjaan, BPJS kesehatan, dan stakeholder terkait lainnya yang ikut dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dr Usman Kusmana MSi mengatakan, semua pasti sering berbicara tentang hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.
Baca Juga:Diduga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Enam Orang Masuk RSUD dr Sokardjo TasikmalayaAnggaran dengan Menu Misterius!
“Tetapi pertanyaannya adalah, apakah kondisi itu sudah benar-benar kita rasakan di Kabupaten Tasikmalaya?. Jawabannya belum sepenuhnya,” ungkap Usman.
Menurut Usman, memang benar, secara angka melihat kemajuan angkatan kerja di Kabupaten Tasikmalaya sudah lebih dari 1 juta orang, tingkat pengangguran berada di kisaran 3,7 persen.
“Tetapi saya ingin mengajak kita semua untuk tidak terlena dengan angka. Karena di lapangan, kita masih melihat pekerja yang belum mendapatkan kepastian kerja yang layak,” terang Usman..
Kemudian, upah yang belum sepenuhnya mencerminkan keadilan. Komunikasi antara pekerja dan pengusaha yang masih sering tersumbat.
Bahkan potensi konflik yang kadang diselesaikan bukan dengan dialog, tetapi dengan ketegangan
“Saya ingin menegaskan satu hal hubungan industrial yang buruk adalah ancaman serius bagi masa depan daerah. Jika pekerja tidak sejahtera, produktivitas akan turun,” kata Usman.
Jika pengusaha tidak merasa aman, investasi akan lari. Jika pemerintah tidak tegas, maka ketidakadilan akan tumbuh.
Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi
Dan jika itu terjadi yang dirugikan bukan hanya satu pihak, tetapi seluruh masyarakat Tasikmalaya.
“Kita tidak boleh lagi berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Sudah saatnya kita melakukan perubahan nyata,” jelas dia.
Bukan hanya bicara harmonis tetapi benar-benar menciptakan keharmonisan. Bukan hanya bicara keadilan tetapi benar-benar menegakkan keadilan.
“Saya menyampaikan sikap yang jelas. Pertama saya mendorong dunia usaha untuk tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menghargai martabat pekerja,” paparnya.
