Karena pekerja bukan sekadar faktor produksi mereka adalah manusia yang memiliki keluarga, harapan, dan masa depan.
Kedua meminta para pekerja untuk meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kompetensi. Karena keadilan juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab.
Ketiga kepada pemerintah termasuk semua stakeholder yang memiliki peran kebijakan, ditekankan harus hadir lebih tegas.
Baca Juga:Diduga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Enam Orang Masuk RSUD dr Sokardjo TasikmalayaAnggaran dengan Menu Misterius!
Tidak boleh ada pembiaran terhadap pelanggaran ketenagakerjaan. Tidak boleh ada keberpihakan yang tidak adil. Dan tidak boleh ada kebijakan yang jauh dari realitas masyarakat.
“Hubungan industrial yang harmonis tidak lahir dari kenyamanan semu, tetapi dari keberanian menyelesaikan masalah,” jelas dia.
Hubungan industrial yang dinamis tidak lahir dari sikap pasif tetapi dari kemauan untuk berubah. Dan hubungan industrial yang berkeadilan tidak lahir dari kata-kata tetapi dari tindakan nyata.
“Saya ingin mengajak kita semua. Mari kita akhiri pola lama pola saling curiga, saling menyalahkan, dan saling menjauh. Kita bangun pola baru kolaborasi, keterbukaan, dan keberanian untuk berubah,” tambah Usman.
Ia percaya Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar. Tetapi potensi tanpa keberanian adalah stagnasi.
“Dan hari ini, kita harus memilih bertahan dalam kondisi biasa-biasa saja, atau bergerak menuju perubahan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada intinya, kehadiran pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem kolaboratif antara pengusaha dengan pekerja itu penting.
Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi
“Pemerintah itu harus berada di tengah-tengah, menciptakan ekosistem investasi yang baik agar para pengusaha ini bisa datang ke Kabupaten Tasikmalaya, membawa uang dan berinvestasi sebanyak-banyaknya,” ungkap Usman.
Agar para pengusaha ini bisa membangun pabrik, memberdayakan sumber daya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya sehingga muncul efek domino lanjutan dalam bentuk penyerapan tenaga kerja.
“Ketika tenaga kerja terserap, otomatis efek dominonya akan terasa oleh masyarakat mempunyai penghasilan dan pendapatan. Otomatis daya beli masyarakat, tingkat pendidikan dan kesehatan akan ikut meningkat,” jelas dia.
Apalagi pada saat kegiatan mayday nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat atau Presiden, 1 Mei lalu di Monas, Jakarta yang dihadiri ratusan ribu orang berjalan kondusif dan spiritnya sangat baik.
