Ciccio Graziani: Tiga Striker AC Milan Jika Digabungkan Tidak Bisa Jadi Satu Penyerang Top

Ciccio Graziani
Ciccio Graziani Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kekalahan telak AC Milan dari Sassuolo semakin mempertegas krisis yang tengah melanda lini serang Rossoneri.

Bermain di kandang lawan, Milan tumbang 0-2 dalam laga yang praktis berjalan satu arah, terutama setelah kartu merah yang diterima Fikayo Tomori pada menit ke-23.

Tim tuan rumah yang dilatih Fabio Grosso tampil dominan dengan permainan menyerang yang agresif dan terorganisir.

Baca Juga:Inter Milan Raih Scudetto: Chivu Diberi Nilai 10, Calhanoglu, Dimarco dan Lautaro 910 Laga Kunci Scudetto Inter Milan: Kekalahan 3-1 dari Napoli Jadi Ajang Kebangkitan

Dua gol kemenangan Sassuolo dicetak oleh Domenico Berardi dan Armand Lauriente—dua nama yang kembali menjadi mimpi buruk bagi Milan dalam beberapa musim terakhir.

Kemenangan ini membawa Sassuolo naik ke posisi kesembilan klasemen sementara Serie A dengan 49 poin, sejajar dengan Bologna FC.

Sebaliknya, Milan justru semakin tertekan dalam persaingan menuju zona Liga Champions.

Pasukan Massimiliano Allegri kini tertahan di 67 poin dan gagal menjauh dari kejaran Juventus, yang tertinggal dua poin di posisi ketiga.

Di bawahnya, Como 1907 dan AS Roma juga terus menempel ketat, membuat perebutan tiket Liga Champions semakin panas.

Dalam 10 pertandingan terakhir, Milan tercatat menelan lima kekalahan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, lini serang mereka tampil sangat tumpul. Dari lima laga terakhir, Rossoneri hanya mampu mencetak satu gol—sebuah statistik yang mencerminkan masalah serius di sektor ofensif.

Total 48 gol yang dicetak sepanjang musim menjadikan Milan sebagai tim dengan produktivitas terburuk di antara enam besar klasemen, sejajar dengan Roma yang bahkan masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Baca Juga:Igli Tare: Presiden Lazio Selalu Tertidur saat Lakukan Negosiasi, Bangun Ketika Bicara Soal UangAC Milan Bakal Jadikan Toulouse Laboratorium Pemain Muda: Ikuti Jejak City dan Chelsea

Situasi ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk mantan striker Italia, Ciccio Graziani.

Dalam analisisnya di program La Domenica Sportiva di RAI, Graziani tanpa ragu melontarkan kritik tajam terhadap lini depan Milan.

“Di lini depan, Milan punya pemain-pemain yang buruk,” tegasnya.

Ia secara khusus menyoroti sejumlah pemain yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi.

Christopher Nkunku yang dibeli dengan harga mahal dinilai belum memberikan dampak signifikan.

Santiago Gimenez juga disebut belum menunjukkan identitasnya meski sudah cukup lama bermain di Italia.

Tak hanya itu, Niclas Fullkrug disebut gagal total, sementara performa Christian Pulisic dianggap jauh dari harapan.

0 Komentar