CIAMIS, RADARTASIK.ID — Kasus dugaan perundungan (bullying) terhadap seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial ENV (14) di Kabupaten Ciamis telah ditangani secara serius.
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Ciamis memastikan korban sudah mendapat pendampingan profesional.
Penanganan dilakukan segera setelah laporan diterima. Pada malam hari laporan masuk, keesokan harinya korban langsung mendapatkan layanan dari psikolog dan psikiater.
Baca Juga:Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang UlamaTingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar Pelatihan
“Korban bullying yang siswi MTs sudah ditangani psikolog dan psikiater,” kata Kepala Bidang PPPA DP2KBP3A Kabupaten Ciamis Elis Lismayani SKM Bdn MM kepada Radar, Rabu (29/4/2026).
Selain pendampingan kepada korban, keluarga juga telah menjalani konseling dan parenting guna mendukung proses pemulihan.
“Diharapkan peran keluarga harus lebih kuat dalam proses pemulihan korban, sehingga diberikan pesan positif dan diberikan makanan sehat yang tidak mengandung MSG,” ujarnya.
DP2KBP3A juga mendorong penguatan lingkungan sekolah melalui program madrasah ramah anak. Koordinasi telah dilakukan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis dan pihak MTs untuk memastikan edukasi anti-bullying berjalan.
“Iya saya sudah koordinasi dengan Kemenag, secara kelembagaan melakukan pembinaan dan edukasi stop bullying baik pada pelaku, guru dan siswa lainnya. Supaya di lingkungan madrasah atau sekolah harus menjadi tempat yang aman dan terlindungi,” ujarnya.
Dari sisi korban, dugaan perundungan disebut berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga yang menjadi bahan ejekan teman. Hal itu berdampak pada kondisi psikologis korban.
“ENV tidak suka dibilang seperti itu (diejek temannya, Red) sehingga membuat pikiran dan jiwa bermasalah. Kalau ada yang menghina, ibunya hanya bisa menangis karena dari rumah memang banyak masalah terkait ekonomi,” katanya.
Baca Juga:Serap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan DesaAnggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh Waktu
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Ciamis Jajang Jamaludin menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan DP2KBP3A dalam penanganan kasus ini. Namun, berdasarkan verifikasi, ketidakhadiran korban di sekolah selama sepekan disebut bukan akibat bullying di lingkungan MTs.
Menurutnya, laporan yang diterima menyebut faktor utama berasal dari kondisi keluarga dan lingkungan luar sekolah, yang telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.
