Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tersandera Lahan, Pemkot Tunggu Dokumen Final

rencana Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya terkendala lahan
Ilustrasi rencana lokasi lahan Sekolah Rakyat. istimewa / ChatGPT
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tasikmalaya masih tertahan di simpul klasik: lahan.

Di tengah dorongan program sosial dari pusat, pemerintah daerah justru masih berkutat pada tahap paling awal—dokumen perencanaan.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tasikmalaya, Hanafi, menegaskan seluruh proses tidak bisa melompat sebelum dokumen rampung.

Baca Juga:Insiden Bekasi Timur Ganggu Kereta Api Parahyangan, Sejumlah Perjalanan DibatalkanK3 di Kota Tasikmalaya Diuji Kekompakan, Kepala OPD Sepi saat Senam Bersama

“Jadi gini, semuanya ujungnya harus berbasis dokumen. Walaupun secara kalkulasi teknis sederhana hampir bisa disimpulkan, kita tidak berani mendahului proses dokumen. Sekarang sedang disusun dokumen perencanaan,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, tahap perencanaan menjadi fase paling krusial dalam pengadaan tanah.

Mulai dari lokasi, kepemilikan, luas hingga regulasi, semua harus jelas dan tidak bisa ditentukan secara serampangan.

“Salah satu tahap paling krusial itu perencanaan. Tanahnya di mana, punya siapa, luasnya berapa, ada regulasi yang mengatur. Tidak bisa suka-suka. Kita taat prosedur,” katanya.

Saat ini, lanjut Hanafi, proses masih berjalan di Dinas Sosial untuk memastikan titik lokasi, luas lahan, hingga kisaran harga—meski masih sebatas taksiran, belum penilaian resmi.

“Kalau penilaian nanti diproses. Kemarin dapat info sudah ada beberapa titik, di Tamansari dan Bungursari. Total ada beberapa opsi, tapi yang mengerucut itu yang mendekati syarat,” jelasnya.

Penentuan titik akhir, kata dia, tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga hasil kajian teknis konsultan serta asesmen dari pemerintah pusat.

“Kita juga ada asesmen dari Kementerian PU dan Kemensos. User-nya mereka. Jadi bukan hanya kata kita, tapi juga pertimbangan mereka. Dari PU juga sudah turun ke lokasi,” ungkapnya.

Baca Juga:Dugaan Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan LaporanSerangan Siber Mengintai, Diskominfo Kota Tasikmalaya Wajib Perkuat Sistem

Pemkot, lanjut Hanafi, menargetkan proses pengadaan lahan bisa tuntas tahun ini agar pembangunan fisik dapat segera dikejar.

“Targetnya kita maksimalkan tahun ini. Kalau tanah selesai di triwulan ketiga, mudah-mudahan pembangunan bisa berjalan tahun ini,” katanya.

Tahapan berikutnya setelah perencanaan adalah harmonisasi dengan dokumen anggaran, termasuk skema pembiayaan yang mengikuti aturan perubahan APBD.

0 Komentar