K3 di Kota Tasikmalaya Diuji Kekompakan, Kepala OPD Sepi saat Senam Bersama

kegiatan K3 Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra senam bersama Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, kasi Intel Kejari Kota Tasikmalaya, Nopri Diansya serta ratusan para ASN di halaman Bale Kota, Selasa (28/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Peringatan Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tingkat Kota Tasikmalaya di Lapangan Bale Kota, Selasa (28/4/2026), tak sekadar ajang senam bersama.

Di balik gerakan peregangan, terselip “alarm halus” soal kekompakan aparatur.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman personal yang cukup emosional.

Baca Juga:Dugaan Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan LaporanSerangan Siber Mengintai, Diskominfo Kota Tasikmalaya Wajib Perkuat Sistem

Ia menyebut keikutsertaannya dalam senam kali ini bukan hal biasa, mengingat kondisi kesehatannya yang membatasi aktivitas fisik.

“Banyak yang terharu lihat saya ikut bergerak. Ini pengalaman pertama buat saya setelah pemasangan ring,” ujarnya.

Namun, di tengah suasana kebersamaan itu, ia tak menutup mata terhadap realitas di lapangan.

Kehadiran kepala OPD dinilai belum maksimal. Bahkan, ia sempat datang lebih pagi dan mendapati belum banyak jajaran yang hadir.

“Kalau jujur, saya juga malu sama TNI-Polri, mereka sudah datang duluan. Tapi ini jadi pembelajaran. Tidak apa-apa, pelan-pelan kita bangun kebiasaan,” katanya, dengan nada yang lebih reflektif ketimbang menyalahkan.

Diky menekankan pentingnya membangun budaya disiplin tanpa harus selalu dibungkus formalitas.

Ia berharap sinergi lintas sektor—mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan hingga Pemkot—tidak hanya muncul saat seremoni, tetapi juga dalam kerja nyata sehari-hari.

Baca Juga:Jam Kerja ASN Kota Tasikmalaya akan Berubah, Masuk 07.30 Mulai Digodok PerwalkotnyaLahan Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tinggal 3 Titik yang Masih Dikaji

Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yang menurutnya patut diapresiasi.

Meski begitu, ia mengakui partisipasi ASN masih perlu ditingkatkan.

“Harapannya ke depan lebih banyak ASN yang terlibat. Tapi dengan kondisi sekarang pun sudah luar biasa,” ucapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya, Evi Silviani yang turut hadir, memilih meredam asumsi miring soal kekompakan OPD.

Ia menilai ketidakhadiran sebagian pejabat lebih karena padatnya agenda pemerintahan.

“Sekarang semua lagi dituntut lari kencang menjalankan program. Mungkin masing-masing OPD ada tugas di tempat lain,” katanya.

Ia menegaskan, kolaborasi tetap menjadi kunci utama dalam menjalankan program pembangunan di Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, semua unsur—baik eksekutif maupun legislatif—harus bergerak seirama.

0 Komentar