Lahan Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tinggal 3 Titik yang Masih Dikaji

lahan Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya belum jelas
Para siswa SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya sedang melaksanakan pembelajaran komputer, Senin (27/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Bahkan, 19 mahasiswa dan dosen pembimbing dari Poltekesos Bandung sudah lebih dulu melaksanakan praktikum magang di lokasi.

Menurut Diky, kehadiran mereka menjadi kejutan positif di tengah mandeknya pembangunan fisik.

“Ini di luar dugaan kami. Tapi ini bagus, ada aktivitas, ada manfaat langsung,” katanya.

Baca Juga:Lapas Tasikmalaya Over Kapasitas, Diisi 462 Penghuni: Desak Relokasi dan Cabang BaruMahasiswa Bandung Disuntik Ide, JNE Bidik Ledakan Karya di Content Competition 2026

Ia juga menyinggung meningkatnya kunjungan ke Kota Tasikmalaya belakangan ini, mulai dari tokoh publik hingga selebritas, yang dinilai memberi dampak psikologis positif bagi masyarakat.

Namun, di balik optimisme itu, Diky mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat tidak larut dalam euforia, mengingat kondisi bencana yang masih melanda sejumlah daerah.

“Kita boleh bahagia, tapi jangan mati rasa,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pesan kepada para siswa agar tetap semangat belajar, berkaca dari perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku.

“Saya lulusan SMA, pernah jadi pengamen, debt collector, sampai pelayan. Tapi Tuhan selalu kasih kesempatan. Jangan pernah menyerah,” pesannya.

Sementara itu, nasib Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya masih menunggu satu hal sederhana namun menentukan: sebidang tanah yang tak mahal diratakan, tapi cukup kuat menampung harapan. (rezza rizaldi)

0 Komentar