BANDUNG, RADARTASIK.ID – Bukan sekadar lomba, ini suntikan energi kreatif. JNE menggelar Creative Workshop JNE Content Competition 2026 di Universitas Padjadjaran (Unpad), Kamis (19/4/2026).
Tema yang diusung—Think Creative: Dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita—terdengar klise, tapi di ruang kelas, ide-ide justru dipaksa turun dari langit ke meja kerja. Workshop ini jadi bagian dari rangkaian JNE Content Competition 2026 (26 Februari–15 Juni 2026).
Sasarannya jelas: mahasiswa tak lagi sekadar “punya ide”, tapi mampu mengeksekusi—menulis, memotret, mendesain, hingga memproduksi video dengan pesan yang tajam, bukan sekadar estetik.
Baca Juga:Tanpa Medsos, Jemaah Mengalir: Strategi Sunyi H Asep Yana Jadi Agen Travel Umrah di Tasik Berbuah XpanderKopi Biji Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Ledakan Kafe Picu Optimisme Ekonomi Kreatif
Empat juri turun langsung memberi “bocoran dapur”: Maman Suherman (writing nasional), Muklay (desain nasional), Tri Joko Her Riadi (writing regional Sumatera), dan Raisan Al Farisi (foto regional Sumatera). Materinya praktis: ide boleh liar, tapi eksekusi harus disiplin.
Di barisan tamu, hadir Eri Palgunadi, Dekan Fikom Unpad Nindi Aristi, dan Kepala Cabang JNE Bandung Iyus Rustandi.
Nindi menegaskan kampus tak alergi kolaborasi. “Ini ruang uji nyali kreativitas mahasiswa,” ujarnya. Sementara Eri mengingatkan, JNE tak ingin berhenti sebagai perusahaan logistik.
“Kami ingin tetap jadi penghubung kebahagiaan—Connecting Happiness—dengan mendorong karya anak muda,” katanya. Kalimatnya manis, tapi targetnya tegas: karya harus berdampak.
Tema kompetisi tahun ini, “Bergerak Bersama, Beragam Cerita!”, mengajak peserta mengangkat kisah nyata: UMKM yang tumbuh, jarak yang dipendekkan, hingga kebahagiaan sederhana dari sebuah kiriman. Narasi yang dekat, tapi menuntut kejujuran—bukan sekadar gimmick.
Data tahun lalu jadi pemantik: partisipasi mahasiswa Bandung tinggi, bahkan Unpad jadi penyumbang peserta terbanyak. Tahun ini, JNE berharap “ledakan” itu terulang—atau minimal tak sekadar ramai di awal, sepi di akhir.
Hadiah? Ratusan juta rupiah plus peluang Umrah atau Holy Land. Cukup untuk membuat ide yang semula “nanti saja” berubah jadi “dikerjakan sekarang”.
Baca Juga:Halal Bihalal Kwarcab Pramuka Kota Tasikmalaya Teguhkan Komitmen Kebersamaan dan PengabdianKorsleting Listrik Bakar Empat Rumah di Yudanegara Kota Tasikmalaya
Kompetisi terbuka untuk jurnalis, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga karyawan JNE. Kategori lengkap: penulisan, desain, fotografi, dan videografi.
