TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pembangunan saluran drainase di Jalan Raya Timur Singaparna, tepatnya di depan Kantor BRI, berdampak pada jaringan pipa transmisi dan distribusi milik Perumda Air Minum Tirta Sukapura.
Untuk mengantisipasi kerusakan jaringan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan, Perumda Tirta Sukapura melakukan pendampingan teknis dan relokasi sejumlah pipa yang berada di area pekerjaan proyek drainase milik Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat.
Di lokasi tersebut terdapat jaringan pipa transmisi dan distribusi strategis berdiameter 200 milimeter, 250 milimeter, hingga 300 milimeter yang menjadi jalur utama penyaluran air bersih ke berbagai wilayah pelayanan Perumda.
Baca Juga:Simulasi Gizi Kedaruratan, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Bagikan Pengalaman Lapangan kepada MahasiswaTim Terpadu GTRA Plus Jadi Motor Pengelolaan Lahan di Kabupaten Tasikmalaya
Kasubag Pengolahan Data Pelanggan Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sukapura, Udha Gunawan, mengatakan pekerjaan drainase yang bersinggungan langsung dengan jaringan perpipaan mengharuskan perusahaan mengambil langkah teknis untuk mencegah kerusakan yang dapat mengganggu pelayanan dalam jangka panjang.
“Koordinasi intensif telah dilakukan dengan pihak pelaksana proyek sejak awal pekerjaan dimulai. Perumda juga menurunkan tim teknis untuk melakukan pengawasan dan pendampingan selama proses penggalian berlangsung,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Menurut Udha, lokasi pembangunan drainase berada tepat di jalur jaringan pipa transmisi dan distribusi Perumda Air Minum Tirta Sukapura. Jaringan yang terdampak bukan sekadar pipa distribusi biasa, melainkan jaringan utama yang menyuplai air bersih ke sejumlah cabang pelayanan.
Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan yang berpotensi menyebabkan gangguan distribusi air dalam skala lebih luas.
Udha menegaskan relokasi pipa menjadi langkah teknis yang tidak dapat dihindari untuk mendukung pembangunan drainase sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air minum kepada masyarakat.
Pembangunan drainase, kata dia, merupakan kebutuhan masyarakat yang harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap infrastruktur air minum.
“Kami melakukan penyesuaian jaringan secara terukur agar kedua kepentingan tersebut dapat berjalan bersama tanpa menimbulkan risiko yang lebih besar,” katanya.
Baca Juga:Foto Perdana The Second Child Bikin Penasaran, Lim Soo Jung dan Park So Yi Terjebak Rahasia Kelam Masa LaluDPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya Sembelih 4 Sapi dan 6 Domba pada Iduladha 1447 HijiriahÂ
Ia menjelaskan, pekerjaan relokasi jaringan mulai dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026) pukul 20.00 WIB dengan melibatkan tim teknis Perumda Tirta Sukapura di lapangan.
