RADARTASIK.ID— Bandara Internasional Amir Mohammad Bin Abdul Aziz melakukan pembenahan menyeluruh menjelang kedatangan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus selama proses kedatangan.
Sejumlah fasilitas penunjang mobilitas telah disiapkan di area terminal haji.
Selain kursi roda, pengelola juga menghadirkan kendaraan listrik berupa mobil golf yang difungsikan untuk mengantar jemaah dari area kedatangan menuju Hajj Pavilion atau ruang tunggu khusus.
Baca Juga:Duet Jung–Ramon Jadi Senjata Mematikan Persib saat Menjamu Arema FC di Stadion GBLA, Ini Catatan Jumlah GolnyaPesan Wa Haji Umuh: Enam Laga Sisa Persib Tak Boleh Tergelincir, Mental Juara Jadi Taruhan Maung Bandung
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi 2026, Abdul Basir, menjelaskan bahwa mobil golf tersebut ditempatkan di titik-titik strategis untuk memudahkan pergerakan jemaah.
Ia juga menyampaikan bahwa bagi lansia yang masih mampu berjalan tetapi membutuhkan waktu istirahat, tersedia kursi roda yang dioperasikan langsung oleh petugas haji.
Seluruh fasilitas tersebut, menurutnya, diberikan tanpa biaya.
Ia menegaskan bahwa jemaah tidak akan dikenakan pungutan, baik untuk layanan kursi roda maupun penggunaan mobil golf, sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah yang memiliki keterbatasan fisik.
“Sementara bagi lansia yang masih bisa berjalan namun membutuhkan istirahat, kami sediakan kursi roda yang dioperasikan langsung oleh petugas haji Daker Bandara,” ujar Abdul Basir.
Selain aspek mobilitas, perhatian juga diarahkan pada kebutuhan jemaah perempuan yang mendominasi jumlah keberangkatan tahun ini.
Petugas haji Indonesia di daerah kerja bandara membuka layanan konsultasi ibadah khusus perempuan dengan menghadirkan pembimbing yang memiliki kompetensi dalam fikih wanita.
Abdul Basir menjelaskan bahwa layanan ini penting untuk membantu jemaah perempuan memahami tata cara ibadah yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan situasi perjalanan mereka.
Baca Juga:Laga Persib vs Arema FC Penentu Arah Juara: Persib Bidik Momentum, Singo Edan Datang dengan Percaya DiriIni 2 Lokasi Disiapkan untuk Penukaran Tiket Laga Persib Bandung vs Arema FC, Catat Jadwal Lengkapnya
Ia menilai kehadiran pembimbing perempuan akan memberikan kenyamanan sekaligus ketenangan dalam beribadah.
Layanan serupa tidak hanya tersedia di Madinah, tetapi juga diterapkan di bandara lain seperti Jeddah serta di sejumlah daerah kerja haji di Madinah dan Mekah.
Upaya ini dinilai krusial mengingat profil jemaah haji reguler Indonesia tahun ini didominasi kelompok rentan.
Dari total 203.320 jemaah haji reguler, sekitar 80 persen masuk kategori berisiko tinggi.
