Rasa Kecewa Francisco Rivera Usai Persebaya Tersungkur di Kandang, Padahal Kuasai Bola 71 Persen

Rasa Kecewa Rivera Kecewa Usai Persebaya Tersungkur di Kandang
Rasa Kecewa Rivera Kecewa Usai Persebaya Tersungkur di Kandang, Padahal Kuasai Bola 71 Persen. Foto: Persebaya
0 Komentar

RADARTASIK.ID— Penguasaan bola tinggi tak berbanding lurus dengan hasil, Persebaya dipaksa menelan pil pahit di hadapan pendukung sendiri. Dikalahkan Madura United 1-2.

Kekecewaan tak mampu disembunyikan gelandang Persebaya asal Meksiko, Francisco Rivera, setelah Persebaya Surabaya harus menyerah dari rivalnya, Madura United.

Kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan telak, terlebih terjadi di hadapan ribuan pendukung setia.

Baca Juga:Sepak Bola Tanpa Sorak di Laga Dewa United vs Persib: Riekerink Soroti Hilangnya “Panggung” di Laga PentingPelatih Dewa United Kantongi Taktik Permainan Persib Bandung dan Skema Aliran Bola Bojan Hodak Musim Ini  

Dalam laga pekan ke-28 BRI Super League yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4) malam, Bajol Ijo harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2.

Dua gol Madura United yang lahir di babak berbeda tak mampu dikejar sepenuhnya, meski Persebaya sempat memperkecil ketertinggalan lewat Riyan Ardiansyah pada menit ke-82.

Usai pertandingan, Rivera menggambarkan suasana ruang ganti yang dipenuhi rasa kecewa.

Ia menilai hasil tersebut terasa berat bagi seluruh pemain yang telah berupaya maksimal sepanjang laga.

Kekalahan itu, menurutnya, menjadi sesuatu yang sulit diterima, mengingat kerja keras yang telah dilakukan sejak persiapan hingga pertandingan berlangsung.

“Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujar Rivera dalam sesi konferensi pers.

Gelandang berusia 31 tahun itu juga melihat timnya sejatinya mampu mengendalikan permainan.

Baca Juga:Catat, Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia 2026, Gelombang Pertama Menuju MadinahNobar Biru Ruang Setia Bobotoh Persib Menjaga Nyala Dukungan Saat Laga Persib vs Dewa United Tanpa Penonton

Data pertandingan menunjukkan Persebaya mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen serta menciptakan sejumlah peluang.

Namun, dominasi tersebut tak cukup untuk mengubah keadaan di papan skor.

Rivera mengungkapkan bahwa timnya telah menjalankan rencana permainan sesuai arahan pelatih.

Ia menilai para pemain sudah berusaha memberikan performa terbaik, termasuk dalam mengatur tempo dan membangun serangan.

Lebih jauh, ia menilai Persebaya sebenarnya sudah memahami pendekatan permainan Madura United yang cenderung menunggu dan mengandalkan serangan balik.

Sejumlah peluang sempat tercipta, tetapi penyelesaian akhir menjadi titik lemah yang belum teratasi.

Kekecewaan tidak hanya dirasakan para pemain, tetapi juga para suporter.

Rivera mengakui bahwa dukungan dari tribun selalu menjadi energi tambahan, sehingga hasil negatif di kandang sendiri terasa semakin menyakitkan.

Ia memastikan bahwa para pemain merasakan emosi yang sama dengan para pendukung—marah sekaligus kecewa—karena kekalahan bukanlah sesuatu yang diinginkan.

0 Komentar