RADARTASIK.ID— Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink mengantongi taktik permainan Persib Bandung dan skema aliran Bojan Hodak.
Jadi, laga Dewa United vs Persib Bandung akan menyajikan permainan kolektif hingga long ball.
Dengan demikian duel pekan ke-28 ini menjanjikan pertarungan tak sekadar soal tiga poin.
Baca Juga:Catat, Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia 2026, Gelombang Pertama Menuju MadinahNobar Biru Ruang Setia Bobotoh Persib Menjaga Nyala Dukungan Saat Laga Persib vs Dewa United Tanpa Penonton
Stadion Internasional Banten bersiap menjadi panggung pertarungan dua pendekatan permainan yang kontras dalam lanjutan BRI Super League 2025/26.
Tuan rumah Dewa United akan menjamu pemuncak klasemen, Persib Bandung, pada pekan ke-28, Senin (20/4) malam, dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat sekaligus sarat intrik taktik.
Pertemuan Dewa United vs Persib melampaui sekadar perebutan tiga poin.
Ia menjadi ajang adu identitas permainan—antara efektivitas langsung milik Persib dan pendekatan kolektif yang diusung Dewa United.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, disebut memahami betul kualitas lawan yang datang dengan catatan impresif, termasuk rekor tak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir di kompetisi.
Dalam pandangannya, Persib dikenal sebagai tim yang mengandalkan bola-bola panjang dengan pendekatan oportunistis.
Permainan mereka tidak terlalu berfokus pada penguasaan lini tengah, melainkan memaksimalkan kekuatan fisik dan jumlah pemain di area depan untuk menciptakan ancaman.
“Persib adalah tim yang bermain dengan bola-bola panjang (long ball), sangat oportunis. Mereka tidak banyak bermain di tengah, tapi membawa banyak pemain ke depan dengan mengandalkan kualitas fisik,” ujar pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink.
Baca Juga:Terikat Janji Setiap Laga Persib Final, Marc Klok Tegaskan Siap Bertarung Habis-habisan Hadapi Dewa UnitedKisah Bocah Viral Fikri Menemukan Harapan di Sekolah Rakyat, Mulai Hidup Baru dari Jalanan ke Ruang Kelas
Di sisi lain, Dewa United tetap bertahan pada filosofi permainan yang menekankan kolektivitas di sektor tengah.
Strategi tersebut diarahkan untuk membangun serangan secara bertahap demi membuka ruang dan menciptakan peluang.
Riekerink melihat pertemuan ini sebagai ujian menarik bagi timnya dalam menghadapi pendekatan yang berbeda.
Meski saat ini berada di peringkat kedelapan, performa Dewa United menunjukkan grafik meningkat.
Setelah sempat tersendat di paruh pertama musim, perbaikan komposisi tim pada bursa transfer pertengahan musim dinilai menjadi titik balik kebangkitan mereka.
Situasi internal tim pun disebut semakin kompetitif, dengan atmosfer ruang ganti yang kondusif.
