TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Hal sepele bisa jadi petaka. Di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, sebuah insiden yang bermula dari “tersenggol” saat membeli bakso berubah jadi dugaan penculikan, Minggu (19/4/2026) malam.
Korban, Sutarno (48), pedagang Bakso Solo Mas Suparno, diduga menjadi sasaran amuk sekelompok remaja setelah terjadi salah paham dengan seorang pelanggan perempuan.
Informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula saat waktu Magrib. Sutarno saat itu tengah melayani pembeli seperti biasa.
Baca Juga:Kenzie Kecil Itu Naik Podium, Umurnya Masih 9 Tahun: Cucu dari Azies Rismaya Mahpud!PKS Kota Tasikmalaya Perluas Basis RW, Strategi Sunyi Menuju Kursi Dua Kali Lipat di Pemilu 2029
Namun situasi mendadak berubah ketika seorang perempuan mengaku tersenggol bagian tubuhnya saat dilayani Sutarno.
“Katanya kesenggol, mungkin tidak sengaja. Tapi tidak terima. Yang laki-lakinya marah,” ujar istri korban, Winarti, kepada wartawan dengan suara bergetar.
Perselisihan sempat mereda. Pasangan tersebut pergi. Warung kembali terlihat normal—setidaknya untuk sementara.
Namun, selepas Isya sekitar pukul 19.00, suasana berubah drastis. Empat sepeda motor datang membawa sekelompok remaja. Bukan untuk makan bakso, melainkan membawa emosi yang tampaknya sudah dipupuk sejak Magrib.
Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang Sutarno. Korban dipukul, dijedotkan ke gerobak, bahkan ditendang berulang kali.
Aksi itu terjadi di depan kedua anaknya yang masih berusia 16 dan 10 tahun—usia yang seharusnya belum perlu menyaksikan kekerasan sebrutal itu.
“Dipukul kepalanya, dijedotkan ke gerobak. Sudah lemas, masih ditendang,” terang Winarti.
Baca Juga:Spanduk Tuyul Hebohkan Kota Tasikmalaya, Warga Kebong Kembang Resah Uangnya Sering Raib MisteriusNyaris Beradu Wajah!
Belum cukup sampai di situ. Dalam kondisi lemah, Sutarno justru dibawa paksa oleh para pelaku. Keponakannya yang berusia sekitar 25 tahun juga ikut diseret.
Semua berlangsung cepat. Warga yang berdatangan hanya kebagian sisa kejadian—bukan untuk mencegah, tapi untuk bertanya: apa yang barusan terjadi?
Ratusan warga kemudian memadati lokasi, mencoba merangkai potongan peristiwa yang sudah telanjur terjadi.
Aparat dari Polsek Cihideung bersama Sat Samapta dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung turun ke lokasi. Garis penyelidikan dibentangkan, saksi diperiksa, dan bukti dikumpulkan.
Keluarga berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara publik kembali diingatkan: emosi yang tak dikendalikan bisa lebih berbahaya dari niat buruk sekalipun.
